Faozan Adzima Napitupulu Pemenang Proposal Penelitian Pendanaan Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2020-2021

Faozan Adzima Napitupulu, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan Fatepakes Usahid Jakarta, berhasil terpilih sebagai pemenang Proposal Penelitian Pendanaan Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2020-2021 yang diselenggarakan oleh PT Indofood Sukses Makmur- TBK.

Faozan Adzima Napitupulu, sekaligus terpilih sebagai Ketua Angkatan IRN 2020 dari 59 pemenang lainnya.

Adapun Proposal yang diajukan oleh Faozan Adzima Napitupulu, dengan dosen pembimbing, M.Fajri Ramadhan, SSi MSi, adalah; Efek Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Jambu Biji Merah (Psidum Guajave) terhadap Mutu Kukis Oat Tanpa Gula.

Segenap civitas akademika Universitas Sahid Jakarta mengucapkan Selamat Salam Sukses Selalu untuk Kita Semua.

(HasanTaswin Arief – Staf Humas Usahid Jakarta).

Perjanjian Kerjasama antara Usahid Jakarta dengan PT Value Plus

Perjanjian Kerjasama antara Usahid Jakarta dengan PT Value Plus

Perjanjian Kerjasama antara Usahid Jakarta dengan PT Value Plus dalam Bidang Pengembangan Pendidikan, telah berlangsung bertempat dikampus Usahid Jakarta. MOU ini masing-masing ditandatangani oleh, Rektor Usahid Jakarta, Prof.Dr.Ir.Kholil, M.Kom dan Direktur Utama, PT Value Plus, Reikman Aritonang, Ph.D.

Tujuan diadakannya Perjanjian ini adalah terkait dengan pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta, dengan peminatan Komunikasi Pemasaran Digital.
(HasanTaswin Arief – Staf Humas Usahid Jakarta).

MOU Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia – HIPMIKINDO dan Usahid Jakarta

MOU Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil IndonesiaUsahid Jakarta dan HPP HIPMIKINDO, sepakat untuk membuat Nota Kesepakatan Bersama tentang Pembentukan Entrepreneur Center dan Sertifikasi Profesi. MOU tersebut ditandatangani tgl 31 Agustus 2020 oleh Rektor Usahid Jakarta, Prof.Dr. Ir.Kholil, M.Kom dan Syahnan Phalipi, selaku Ketua Umum DPP HIPMIKINDO.

Kedua belah pihak dalam kedudukan seperti tersebut diatas, mendukung penuh Program kegiatan yang membantu pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi di Indonesia agar dapat meningkatkan kinerja usaha lebih maksimal.

(Hasan Taswin Arief, S.Sos – Staf Humas Usahid Jakarta).

Nota Kesepakatan Bersama Badan Pengelola Pulau Belitong dan Usahid Jakarta

Usahid Jakarta dan Badan Pengelola Geopark Nasional, Pulau Belitong, tgl 3 September 2020 di Belitong, sepakat menandatangani Nota Kesepakatan Bersama tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

Nota Kesepakatan Bersama, masing-masing ditandatangani oleh Rektor Usahid Jakarta, Prof.Dr.Ir. Kholil, M.Kom dan Ketua Badan Pengelola Geopark Belitong, Yuspian Djapani, S.Sos. Disaksikan langsung oleh Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

Nota Kesepakatan Bersama ini bertujuan untuk mengadakan kerjasama awal di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua pihak demi kemajuan bersama.

Sekadar info, MOU ini terselenggara secara virtual bagi Perguruan Tinggi atau kampus yang tidak berkesempatan hadir di Belitong.

(HasanTaswin Arief, S.Sos – Staf Humas Usahid Jakarta)

NEW MODEL AKTUALISASI K3 : ADAPTASI DARI PANDEMI COVID-19

Webinar Series #2 Fakultas Teknik Usahid Jakarta, berlangsung, 20 Juli 2020. Tema Webinar kali ini, New Model Aktualisasi K3: Adaptasi Dari Pandemi Covid-19. Webinar Series FT Usahid Jakarta, diawali sambutan dari Dekan FT Usahid Jakarta, Dr. Ninin Gusdini, ST, MT.

Para Pembicara pada Webinar kali ini, adalah; Ade Kurdiman, ST., M.KKK (Direktur LSP PT. Harmoni Panca Utama), Soehatman Ramli.,SKM., MBA (Presdir Prosafe Institute) dan, Ir. Amri AK., MM (Dosen AKA Migas Balongan).
Selaku Moderator, Dr. Ir. Djati Poetryono, MM, dan Host adalah, Dosen Fakultas Teknik Usahid, Dr. Ekaterina Setyawati, ST.,MT.

Ade Kurdiman, ST, M.KKK, dalam paparannya yang berjudul Safety Resilienceas a new thinking in new normal era antara lain memaparkan Implikasi pandemi COVID-19 dalam bisnis perusahaan antara lain ketidakpastian penghasilan, peningkatan biaya karena protokol Covid-19, ketidakpastian arus kas, ketidakpastian untung dan rugi. Tetapi kehidupan Kehidupan tetap harus berlanjut (individu, organisasi, dsb) dari semua aspek sosial – ekonomi, operasional, dsb. Oleh karena itu Budaya Keselamatan organisasi di mana keselamatan dan kesehatan dipahami dan menjadi, dan diterima sebagai, prioritas tinggi

Ir. Amri AK, MM, dalam paparannya antara lain menyatakan, ada 7 tahapan penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha menghadapi Pandemi Covid-19.
Tahap 1, Mengenal prioritas usaha. Tahap 2, Identifikasi Risiko Pandemi.Tahap 3, Perencanaan mitigasi risiko pandemi. Tahap 4, Identifikasi respon dampak pandemi. Tahap 5, Merancang dan mengimplementasikan perencanaan keberlangsungan usaha. Tahap 6, Mengkomunikasikan perencanaan keberlangsungan usaha. Tahap 7, Uji perencanaan keberlangsungan usaha.

Soehatman Ramli, SKM, MBA, antara lain memaparkan, perlunya perubahan paradigma berbudaya K3. Perlunya perubahan paradigma, bahwa bahaya dan risiko ada dimana-mana; Perlu menerapkan standar dan norma baru dalam setiap aktivitas berbasis risk dan safety; Menanamkan budaya safety individu, keluarga, tempat kerja, komunitas umum, negara/ bangsa dan global.

PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN KAUR BENGKULU PASCA PANDEMI COVID 19

Webinar  series #4 LPPM USAHID JAKARTA bekerja sama dengan PERSATUAN WARGA KABUPATEN KAUR JABODETABEK yang menampilkan Keynote Speaker Gubernur Bengkulu – Dr. H Rohidin Mersyah dan narasumber Dr. Hariyadi Sukamdani – Ketua Umum PHRI /Asosiasi Pengusaha Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata Kab Kaur – Jpn Harimol, MSi.,  Ismayanti – Dosen Universitas Sahid Jakarta mewakili akademisi dan Mattahirin – owner Pangubaian Resort Kaur yang cukup dikenal masyarakat Kaur berlangsung meriah.

 

Tercatat lebih dari 236 peserta melalui zoom meeting dan youtube live streaming 48 orang yang terdiri dari  para akademisi, jajaran Pemprov Bengkulu dan Pemkab Kaur Bengkulu, pengurus dan anggota PWK  dari seluruh propinsi di Indonesia, Asosiasi dan pelaku usaha pariwisata,  RRI Bengkulu, serta tokoh-tokoh masyarakat Warga  Kaur perantauan dari berbagai daerah diseluruh Indonesia.

 

Nampak Anggota DPR-RI komosi X – Dewi Qoriyati dan Prof. Dr. Chan Basaruddin – Direktur BAN PT Indonesia sebagai putra terbaik Kabuoaten Kaur menyimak dalam seminar tersebut guna memberikan masukan dan gagasan serta ide-ide dalam  Seminar virtual  yg membahas Pengembangan  kegiatan pariwisata pada pasca pandemi covid 19  yg melanda bukan saja di Indonesia tapi juga diseluruh dunia.

 

Seminar yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2020 mulai  pukul 10.00 WIB  dipandu oleh  H.Baharuddin AS. SH,MH. – Ketua Dewan pembina dan Penasehat  PWK Jabodetabek. Webinar dibuka sambutan Kepala LPPM USAHID – Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si tuan rumah penyelenggara dilanjutkan  dengan sambutan Ketua Umum Persatuan Warga Kaur Jabodetabek – Iskandar Novianto, Ak. MSi., CA.QIA. – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu. Sambutan oleh Rektor Universitas Sahid Jakarta – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom sekaligus membuka webinar secara resmi.

 

Keynote Speaker Gubernur Bengkulu Dr. H.Rohidin Mersyah memaparkan Grand Desain Kebijakan Pariwisata Prov. Bengkulu. Dalam kesempatan ini Gubernur mengajak Universitas Sahid Jakarta yang dikenal dengan kepakarannya dibidang Kepariwisataan dan Kewirausahaan untuk bekerja sama dalam memberikan kontribusi pengembangan Pariwisata di Provinsi Bengkulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari beberapa pembicara dan masukkan peserta diakui bahwa infrastructur pembangunan wisata yang dilakukan pemerintah daerah pada umumnya masih sangat minim termasuk dalam hal ini Kabupaten Kaur Bengkulu.  Diperlukan komitmen Pemkab Kaur untuk mengajak seluruh stakeholder dalam mengelola sektor  Pariwisata khususnya dalam upaya berkembangnya infrastruktur aksesibilitas obyek wisata di Kabupaten Kaur Bengkulu.

 

Mattahirin- owner Pangubaian Resort Kaur mewakili pelaku usaha pariwisata Kaur memaparkan tantangan yang dialaminya dari awal usaha yang kini mulai dikenal oleh dunia luar untuk  kegiatan Surfying dan selancar di Pantai Sekunyit melalui promosi pribadi tanpa sentuhan dari pemerintah.

 

Melalui webinar ini diharapkan tindaklanjut dan kiprah nyata Kepala Dinas Pariwisata, Bupati Kaur, berkoordinasi dengan Pemprov. Bengkulu dan Kementerian Pariwisata untuk pengembangan pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Kaur.

 

Webinar ditutup dengan Foto Bersama Narasumber dan Peserta dalam satu frame. Semua peserta mendapatkan e-sertifikat.

 

 

USAHID GELAR ORIENTASI STUDI MAHASISWA BARU (OSMARU) DARING

“Creative Learning For The Bright Future”

Mahasiswa adalah salah satu asset yang penting dalam kinerja perguruan tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu program sejak awal untuk dapat memotivasi pola belajar dan pembelajaran yang ada di Universitas. Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMARU) merupakan suatu kegiatan menyambut mahasiswa baru dan mempersiapkan pelaksanaan proses perkuliahan serta kegiatan kemahasiswaan yang akan diikuti selama di Universitas Sahid Jakarta, mahasiswa baru dituntut untuk dapat lebih memahami kondisi Universitas Sahid pada umumnya dan Program Studi pada khususnya. OSMARU bertujuan memberikan pemahaman tentang visi misi, wawasan kebangsaan, pengembangan karakter, proses belajar mengajar dan organisasi kemahasiswaan di Universitas Sahid Jakarta

Untuk itu Universitas Sahid Jakarta melalui Direktorat Kemahasiswaan Pengembangan Karakter & Alumni (KPKA) mengadakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMARU) TA. 2020/2021, pada Rabu, 17 Juni 2020 pukul 10.00 – 11.15 WIB menggunakan metode Webinar melalui Zoom Meeting dan Youtube Live Streaming yang diikuti lebih dari 300 peserta untuk periode 1. Tema OSMARU tahun ini adalah “Creative Learning For The Bright Future”.
Rangkaian Osmaru selanjutnya akan digelar pada 20, 24, 27 Juni 2020 dilanjutkan 5, 8, 12, 15 Agustus 2020 dan 2 & 5 September 2020. Sebagai puncaknya pada 8 dan 9 September 2020.

Universitas Sahid Jakarta merupakan kampus pertama yang mengadakan penyambutan mahasiswa mahasiswa baru secara daring. Pembukaan acara OSMARU dihadiri Rektor, para Wakil Rektor dan para Direktur. Rektor – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dalam sambutannya menyatakan keprihatinan situasi covid-19 sehingga OSMARU dilaksanakan secara daring, tapi tidak mengurangi makna dan tujuan acara. Selain itu juga disampaikan visi dan misi Universitas Sahid Jakarta. Dilanjutkan paparan tentang belajar kreatif masa pandemi oleh Nindy Sabrina., S.Gz., MSc – Dosen Fakultas Teknologi Pangan & Kesehatan Usahid. Mahasiswa baru diberikan pemahaman tentang proses belajar mengajar di Universitas Sahid Jakarta, kiat mengatur jadwal studi selama kuliah dengan baik dan memilih kegiatan mahasiswa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki agar nantinya diharapkan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan menjadi lulusan yang unggul.

Ditampilkan juga videografis sistem akademik dan keuangan yang dijelaskan oleh Direktur Akademik – Dr. Jamalullail dan Direktur Keuangan – Dra. Ester Dwi Wahyuni, MM. Pengenalan Pola Ilmiah Pokok Usahid yaitu Pariwisata dan Kewirausahaan juga disampaikan kepada mahasiswa baru mulai 24 Juni 2020. Video/info grafis Overview Pariwisata disampaikan oleh Ismayanti Istanto, A.Par, M.Sc – Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Usahid. Dilanjutkan dengan Virtual Touring Kota Tua Semarang oleh Yuliansyah Ariawan, MA, M.Par – Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Usahid. Guna membentuk karakter mahasiswa baru agar ketika lulus memiliki karakter berwirausaha, ditampilkan Video/infografis tentang kewirausahaan oleh Soecahyadi, ST, MT – Dosen Fakultas Teknik Usahid. Dilanjutkan dengan paparan tentang tantangan berwirausaha di tengah pandemi oleh Adi Setyo Nugroho – pemilik Steggo Steak untuk berbagi pengalaman sukses berwirausaha.

PASCA COVID-19 : BERSIAP MASUKI ERA NEW NORMAL DARI PERSPEKTIF CYBER COMMUNICATION & HUMAN BEHAVIOR

Universitas Sahid Jakarta, sebagai salah satu universitas swasta unggulan berkomitmen menyelenggarakan tata kelola universitas yang sehat (good university governance) dengan pelaksanaan otonomi perguruan tinggi. Dengan penyelenggaraan sistem Pendidikan dan pengajaran yang bermutu tinggi, Universitas Sahid Jakarta membuka pintu bagi kedatangan calon mahasiswa yang siap mengembangkan diri.

Kondisi new normal yang digalakkan pemerintah Indonesia mendorong Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan Open House Sekolah Pascasarjana & Webinar Series 2020. Mengusung tema ”MOVING TO THE NEW NORMAL POST COVID-19 : Cyber Communication & Human Behavior Perspective”, webinar ini mengundang para narasumber yang memang pakar di bidangnya. Sebut saja sosok Jojo S Nugroho yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) serta Managing Director Imogen PR; Berlanjut dengan sosok Endra Leonardy yang merupakan VP Sales & Marketing of Biznet Group.

Berkomitmen bukan hanya mendatangkan pakar yang merupakan praktisi, Webinar ini juga mengundang sosok Profesional Trainer & Coach, Director of RED Indo, yaitu Dessy Arnas, S. Ikom, MM., serta Dinna Prapto Raharja, Ph.D. yang merupakan Associate Professor in International Relations, sekaligus Pendiri Synergy Policies dan Wakil Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (2016-2018).

Pelaksanaan Open House Sekolah Pascasarjana & Webinar Series 2020 merupakan persembahan dari mahasiswa/i Program Doktor Ilmu Komunikasi (DIK) Angkatan 23 yang juga berkesempatan menjadi moderator dan pembawa acara. Pelaksanaannya adalah pada Sabtu, 4 Juli 2020 Pkl 10.00 – 12.00 WIB, dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Zoom dan streaming Youtube. Dengan kemudahan yang sangat membantu, ditargetkan 1000 peserta hadir dalam webinar ini. Tercatat 320 peserta hadir melalui aplikasi zoom meeting dan 631 peserta melalui youtube live streaming sehingga total peserta mencapai 951 peserta terdiri dari praktisi, akademisi, mahasiswa, dan kalangan umum.
Webinar ini tanpa dipungut biaya, peserta juga bisa mendapatkan fasilitas seperti E-Certificate hingga Free biaya pendaftaran untuk Program Studi Pascasarjana, khususnya peminatan S2 (Magister Manajemen dan Magister Ilmu Komunikasi), serta S3 (Doktoral Ilmu Komunikasi).

“Moving To The Normal Post COVID 19 : Kuwait Perspektif”

Salah satu tujuan Universitas Sahid Jakarta, sesuai dengan visi dan misinya adalah mengembangkan kerjasama Nasional dan Internasional dalam mewujudkan USAHID yang unggul. Dengan penyelenggaraan sistem Pendidikan dan pengajaran yang bermutu tinggi, Universitas Sahid Jakarta membuka pintu bagi kedatangan calon mahasiswa yang siap mengembangkan diri, termasuk dari Luar Negeri dengan sistem On-Line Class, yang memberikan pelayanan akademik mengikuti perkembangan digital.

Program Studi Magister Manajemen konsentrasi Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan (MMK3L) adalah salah satu program unggulan di Pascasarjana USAHID yang menyelenggarakan sistem On-Line class, yang memiliki mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Timur Tengah. Dalam menghadapi kondisi new normal post Covid-19, prodi ini berkontribusi untuk menyelenggarakan Webinar yang mengusung tema “Moving To The Normal Post COVID 19 : Kuwait Perspektif”, bertepatan dengan gebyar Open House USAHID & Webinar Series 2020. Webinar yang bekerjasama dengan Forum Diaspora Indonesia Kuwait (FDIK), KBRI Kuwait dan DPLN PPNI diharapkan dapat menjadi studi banding era new normal berbagai Negara di Timur Tengah yang dikupas secara padat dan efektif dari berbagai perspektif.

Webinar diisi dengan sambutan dari Bapak Tri Tharyat selaku Duta Besar RI untuk Kuwait; Prof. DR. Ir. H. Kholil, M.Kom, Rektor Universitas Sahid dan Dr. Marlinda Irwanti Poernomo, Msi, selaku Direktur SPS- Usahid. Paparan narasumber diisi oleh Bapak Ibnu Munzir, Sr. Engineer/KIPIC sekaligus Ketua FDIK, Bapak Alvin Alfiyansyah, Lead Engineer/Qatargas, Ibu Noerlaeli Ono Sutisna/PPNIK, dan Dr. Sumant Mishra, Paediatric Dentist/Ministry of Health Kuwait. Moderator dan host yang membantu jalannya acara adalah Bapak Kosasih, Hygiene Advisor/BP Tangguh Expansion Project dan Bapak Mochamad Robby Fajar Cahya/FDIK-Divisi Keahlian Profesi. Keduanya adalah mahasiswa MK3L Pascasarjana USAHID.

Tercatat 236 peserta melalui aplikasi zoom meeting dan 1248 peserta melalui youtube live streaming sehingga total peserta mencapai 1484 peserta terdiri dari para diplomat, praktisi, akademisi, mahasiswa, dan kalangan umum dari berbagai daerah diseluruh Indonesia maupun warga Indonesia yang berdomisili di Luar Negeri khususnya di Kuwait. Seminar yang berlangsung selama lebih dari 2 jam mulai dari pukul 13.00 – 15.30 WIB. Para peserta yang mengikuti webinar ini mendapatkan fasilitas E-Certificate dan materi pembicara tanpa dipungut biaya.

Keynote Speaker Duta Besar RI untuk Kuwait – Tri Tharyat memaparkan selama pandemi covid-19 KBRI Kuwait telah melakukan upaya extraordinary dalam upaya perlindungan WNI seperti bantuan bahan pangan, gerakan sukarela, amnesti repatriasi dan mediasi ketenagakerjaan dan mendukung upaya pemerintah Indonesia dan Kuwait dalam setiap kebijakan yang diambil dalam penanggulangan covid-19 secara maksimal.
Adapun sambutan dari Rektor Universitas Sahid yakni Prof. DR. Ir. H. Kholil dan Dr. Marlinda Irwanti Poernomo – Direktur SPS USAHID selain menjelaskan tentang kegiatan belajar mengajar selama masa pandemic dan new normal di USAHID dengan metode daring, juga sekaligus membuka acara secara resmi.

Paparan perwakilan Diaspora Indonesia – Ibnu Munzir, Sr. Engineer/KIPIC sekaligus Ketua FDIK (Forum Diaspora Indonesia Kuwait) dan Noerlaeli Ono Sutisna/PPNIK mencakup detil prosedur kerja di lingkungan industri minyak dan pelayanan kesehatan di Kuwait, dengan perbandingan praktek di Qatar dari Alvin Alfiyansyah, Lead Engineer/Qatargas sekaligus pengurus Indonesian Diaspora Network Qatar (IDN Qatar). Dr. Sumant Mishra, Paediatric Dentist/Ministry of Health Kuwait menjabarkan detil prosedur penanganan pasien perawatan gigi sebagai contoh spesifik layanan kesehatan yang saat ini juga menerapkan prinsip kontak seminimal mungkin.
Dari beberapa pembicara dan masukan peserta diakui bahwa semua penyesuaian ini merupakan bentuk kepatuhan pada hukum Pemerintah. Semua aturan yang ada telah melalui pertimbangan matang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Webinar ditutup dengan foto bersama narasumber dan peserta dalam satu frame. Semua peserta mendapatkan materi para pembicara dan e-certificate secara cuma-cuma yang nantinya dapat dipergunakan sebagai voucher free biaya pendaftaran untuk memasuki program S2 – S3 Magister dan Doktor di SPS USAHID Jakarta. Dalam kegiatan ini beberapa peserta berkesempatan untuk mendapatkan doorprize yang telah disediakan panitia penyelenggara.

Melalui webinar ini diharapkan tindaklanjut bahwa prinsip New Normal ialah menggabungkan penanganan kasus Covid-19 disertai partisipasi publik dalam menjaga diri dan lingkungan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan yang ada sesuai dengan aturan yang berlaku demi menuju kehidupan baru yang sehat dan sejahtera.

Demikian Press Release ini dikeluarkan.
Untuk informasi lanjutan maupun konfirmasi dapat menghubungi :
Ka. Humas & Kerjasama USAHID – Sri Nursanti, S.Sos., M.Si (HP – 081284346766)
Dikeluarkan : di Jakarta, 5 Juli 2020

Webinar SEKTOR PARIWISATA “THE ERA OF NEW NORMAL” PASCA PANDEMI COVID 19.

Saat ini sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terguncang oleh pandemi virus corona (covid 19). Selama pandemi Covid-19, pariwisata tersendat karena penutupan obyek wisata, pembatasan penerbangan dan ajuran untuk beraktivitas di rumah saja. Dunia usaha di sektor ini mengalami pelemahan hingga berdampak pada pelaku di industri pariwisata, termasuk hotel, restoran, transportasi, industri ekonomi kreatif hingga usaha non formal banyak yang mengambil kebijakan untuk merumahkan para pekerjanya.

Untuk mengungkap berbagai antisipasi sektor pariwisata dalam memanfaatkan peluang pasca pandemi covid-19 dan mengungkap strategi para pelaku usaha sektor pariwisata pasca pandemi covid-19, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan SARAPAN (ShARing hAsil Penelitian dan kajian kebijakAN) Webinar SEKTOR PARIWISATA “THE ERA OF NEW NORMAL” PASCA PANDEMI COVID 19.

Selaku host webinar, Kepala LPPM Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, MSi menyampaikan bahwa diharapkan dengan terselenggaranya Webinar ini dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara dalam memulihkan sektor pariwisata pasca pandemic Covid 19. Bahwa para pemangku kepentingan sektor pariwisata harus siap mengubah pendekatan dan strategi baru untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada sesuai dengan tuntutan pasar domestik, regional dan internasional dengan menerapkan protocol keamanan baru mengenai kebersihan, pelayanan dan kesehatan menuju tatanan baru, sehingga the era of new normal di bidang pariwisata dapat berhasil.

Webinar diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2020 pukul 09.30 – 12.00 WIB. Metode Webinar dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Cloud untuk 1000 peserta dan Youtube Live Streaming untuk peserta lainnya. Terdaftar lebih dari 3000 peserta yang terdiri dari Akademisi, Mahasiswa, Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Pemerhati Pariwisata.

Keynote Speaker oleh Wishnutama Kusubandio (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) yang diwakili oleh Dr. Frans Teguh, MA ( Plt Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan) dengan topik Grand Design Sektor Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi Covid 19. Para nasumber lainnya yaitu : Dr. Ir. H. Haryadi BS Sukamdani, MM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) dengan topik Antisisipasi Subsektor Perhotelan dan Restoran Pasca Pandemi Covid-19; Dr. Nunung Rusmiati, M.Si – Ketua Association of the Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) dengan topik Strategi Subsektor Tour and Travel Pasca Pandemi Covid-19; Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE – Sekjen Himpunan Lembaga Pendidikan Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) dengan topik Normal Baru Pendidikan Tinggi Pariwisata; Ir. Djohan Riduan Hasan – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) – Bangka Belitung dengan topik Kesiapan Pengusaha Sektor Pariwisata Mengantisipasi Pandemi Covid 19 dan Dr. Levyda, SE., MM – Universitas Sahid (USAHID) Jakarta dengan topik Wisata Kuliner Pasca Pandemi Covid 19. Moderator oleh Dr. Yohannes Sulistyadi – Politeknik Pariwisata Sahid.

Dr. Frans Teguh, MA – Plt Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisita dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan 4 point penting dalam paparannya yaitu mengenai dampak covid-19 terhadap pariwisata & ekonomi kreatif; scenario & prediksi proyeksi kunjungan wisatawan internasional termasuk kondisi Indonesia, pasar utama & negara pesaing; pariwisata & ekraf dalam tatanan baru serta strategi & kebijakan pemerintah.
Menyambut tatanan baru pada pariwisata dan ekonomi kreatif, statement ahli kesehatan, standar kesehatan dan standar kebersihan menjadi pertimbangan penting untuk orang berwisata. Hastag #WhenWeTravelAgain menjadi viral dan masuk 5 trending topic teratas di Indonesia. Fenomena ini menandakan kerinduan netizen dan travelling menjadi komoditi teratas yang akan diburu konsumen. Tren wisata pasca covid-19 diantaranya wisata domestic lebih menjadi preferensi, objek wisata alam menjadi lebih popular bagi wisatawan, wisatawan muda dari kalangan menengah atas lebih bersemangat untuk bepergian dan konsumen memerlukan pengalaman wisata baru & individual-based. Ada 7 tahapan menuju Tatanan Baru yaitu ditetapkan protocol (SOP), edukasi &pelatihan, simulasi, sosialisasi, uji coba penerapan protocol, dibuka bertahap dan evaluasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) – Dr. Ir. H. Haryadi BS Sukamdani, MM dalam paparannya menyatakan bahwa dampak covid 19 pada pariwisata global dan Indonesia antara lain potensi devisa yang hilang Januari – April 2020 sebesar US$ 4 M, lebih dari 2000 hotel dan 8000 restoran tutup dengan potensi hilang pendapatan Januari – April 2020 sektor hotel Rp 30 T dan restoran 40 T, kerugian maskapai penerbangan US$ 812 Juta, kerugian tour operator Rp 4 T dan pekerja sector pariwisata 90% dirumahkan atau unpaid leave, jumlah pekerja sector pariwisata 13 juta orang.
Beberapa strategi diungkapkan Dr. Haryadi Sukamdani yaitu jalan tengah yang dinamakan New Normal, Usulan dalam pelonggaran PSBB diantaranya harus disiapkan Health & Safety Protocol Bersama dengan Kemenparekraf berdasarkan protocol Kesehatan dari Kemenkes sebagai jaminan bagi para stakeholder untuk mampu melayani tamu wisnus/wisman. Usulan dalam pemulihan diantaranya sector hotel dan restoran memerlukan tambahan modal kerja karena selama pandemic covid 19 telah terjadi deficit cash flow. Diharapkan Pemerintah Bersama OJK memberikan stimulus terkait penambahan modal kerja. Fokus pada pasar domestic dan intensifkan publisitas dengan tema Pemulihan Pariwisata Indonesia. Kepastian jadwal penerbangan ke tujuan destinasi wisata dengan paket bundling tiket dan hotel dengan harga yang menarik untuk mendukung pemulihan pariwisata. Sedangkan usulan dalam akselerasi/percepatan diantaranya penentuan produk pariwisata disesuaikan dengan kondisi “New Normal” pasca Pandemi Covid 19 yang focus pada pasar regional ASEAN, Jepang, Korea, China, Australia dengan membuka lebih banyak penerbangan langsung menuju lokasi destinasi wisata. Penggunaan digital marketing ditingkatkan dengan target yang jelas. Perluasan pasar wisata bahari dan minat khusus ecotourism, cultural tourism, culinary, music concert dan sport.

Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE – Sekjen Himpunan Lembaga Pendidikan Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) dalam paparannya menyatakan Persiapan menuju Normal Baru pada Pendidikan Tinggi Kepariwisataan diantaranya menyiapkan Pedoman akademik baru yang jelas dan mengakomodir situasi terkini akibat pandemic Covid-19 yaitu kebijakan pelaksanaan pembelajaran seperti flipped classroom & blended learning serta mensosialisasikan Normal Baru bagi Dosen, Tendik dan Mahasiswa.
Menyiapkan Pedoman protocol Kesehatan, kebersihan dan keselamatan untuk menghadapi pandemic Covid-19 yaitu penetapan pedoman protocol Kesehatan di kampus terkait fasilitas, alat pelindung diri dan makanan minuman.
Menyiapkan Transformasi kurikulum yang menekankan pada soft skill dan social skill serta menyediakan pembelajaran life skill seperti critical thinking, communication skill, disiplin dan emotional intelligencef serta menyiapkan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam masa pandemic.

Ketua Association of the Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) – Dr. Nunung Rusmiati, M.Si meminta travel agen untuk memperkuat digital platform, kreatif dalam membuat paket tour dan memperluas jaringan sebagai salah satu strategi menghadapi era new normal.

Ir. Djohan Riduan Hasan – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengungkapkan pokok-pokok pemecahan masalah sector pariwisata, bahwa daerah harus membuat pola yang terkonsep, terukur dan efektif; adanya sinergitas berbagai komponen yaitu pemerintah pusat, daerah dan pelaku pariwisata serta menyiapkan anggaran & efektivitas penggunaanya.

Dr. Levyda, SE., MM – Universitas Sahid (USAHID) menekankan kesiapan para pemangku kepentingan pariwisata. Pelaku usaha wisata harus menyiapkan prioritas pada keselamatan & pelayanan Kesehatan serta melaksanakan protocol Kesehatan. Kesiapan destinasi dalam membuka lokasi wisata dengan system cluster, per slot atau per Kawasan kolaborasi dengan dinas Kesehatan, mendorong perilaku pengunjung saling menghormati dalam berbagi ruang public. Kesiapan Pemda dalam layanan Kesehatan, sarana prasarana, pengelolaan social politik & komunikasi serta jejaring masyarakat berbasis desa dan kelurahan.