Pelatihan Response Surface Methodology (RSM)

IMG_0764

Pelatihan Response Surface Methodology (RSM), disampaikan oleh Dr Budi Nurtama, pada hari Rabu, 15 Mei 2019.  Pelatihan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta, diruang 710 kampus Usahid Jakarta.  Turut hadir dan memberikan arahan, Kepala  LPPM Usahid Jakarta,  Prof. Dr. Ir. Giyatmi Irianto, M.Si. Para peserta pada pelatihan ini, selain dari para dosen Usahid Jakarta juga dari luar Usahid Jakarta termasuk para peserta dari mahasiswa Usahid Jakarta.

Penandatanganan MoU Universitas Sahid Jakarta dengan Institut Pertanian Bogor (IPB)

IMG_0741

Penandatanganan MoU kerjasama Universitas Sahid Jakarta dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus IPB Darmaga, Bogor, telah terselenggara tanggal 10 Mei 2019.

Penandatanganan kerjasama ini dihadiri oleh Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria, Rektor Universitas Sahid Jakarta,  Prof. Dr. Ir Hardinsyah, MS, Direktur Pascasarjana Usahid Jakarta, Para Wakil Rektor, Para Kepala Lembaga, Para Dekan dan Direktur Humas dan Kerjasama.
Kerjasama ini meliputi bidang pelaksanaan dan pengembangan tridharma perguruan tinggi dan Pengembangan Prodi S2 dan S3 Ekologi Wisata kerjasama dengan IPB.
Pada kesempatan ini pula telah dilakukan penandatanganan MOU antara Universitas Sahid Jakarta dengan Universitas Djuanda Bogor dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan dan TriDharma Perguruan Tinggi

Acara Puncak Dies Natalis ke-31 Usahid Jakarta

IMG_0106

Acara puncak Dies Natalis ke-31 Universitas Sahid Jakarta,  diselenggarakan pada hari Jumat, 3 Mei 2019 di lobby dan aula lt. 8 kampus Usahid Jakarta.
.
Rangkaian acara  dimulai pukul 08.00 dengan kegiatan;  Pengabdian Masyarakat, yang meliputi Penyuluhan Kesehatan oleh RSUD Tebet, Pelatihan Pengelolaan Keuangan oleh,  Sumarsono, SE, MM (Dosen FEB Usahid Jakarta) dan penyuluhan dengan tema;”Hidup sehat bersama Yakult”,  disampaikan oleh PR science Yakult Persada, yang dilanjutkan dengan Pembagian sembako dan santunan bagi anak yatim.
.
Kegiatan berikutnya adalah dengan Tarhib Ramadhan dengan tema “Ramadhan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ibadah untuk meraih predikat insan taqwa”, disampaikan oleh Ustadz: Prof. Dr. Ing Fahmi Amhar
.
Acara ini ditutup dengan kegiatan Employee Gathering Universitas Sahid Jakarta dengan tema “Semangat Meraih Keunggulan USAHID dengan Kebersamaan” sekaligus pemberian hadiah bagi mahasiswa berprestasi di fakultas yang ada. Hiburan, ramah-tamah dan pengundian doorprize jadi acara pamungkas.
.
Semoga Universitas Sahid Jakarta semakin maju dan terdepan sebagai “Tourism and Entrepreneurial University”
.

Seminar Nasional & Call for Paper dengan Tema : “Pengembangan Bisnis & Industri Kepariwisataan di Era Disrupsi”

IMG_9576

Dalam Rangka Dies Natalis ke-31, Universitas Sahid Jakarta dengan Sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional & Call for Paper dengan Tema : “Pengembangan Bisnis & Industri Kepariwisataan di Era Disrupsi yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 8, Universitas Sahid Jakarta pada tanggal 30 April 2019.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Sahid Jakarta,  Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, yang dilanjutkan dengan laporan dari Wakil Ketua Dies Natalis ke-31  Usahid Jakarta, Dr. Sihono Dwi Waluyo, Ir. M.Si.
.
Rangkaian acara berikutnya adalah penandatangan MoU kerjasama antara Universitas Sahid Jakarta dengan Hotel Bidakara, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Detik.com. Keynote Speech diberikan oleh Staf ahli Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementrian Pariwisata,  Drs. Noviendi Makalam, MA dan dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Ulugbek Rozukulov (Duta Besar Republik Uzbekistan).
.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar yang dibagi menjadi 2 sesi yaitu :
Sesi 1 dimoderatori oleh Bapak Tanjung Prasetyo. SE., dengan pembicara :
1. Dr. Ir. H. Hariyadi Budi Santoso Sukamdani, MM (Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia – PHRI)
2. Afifuddin Suhaeli Kalla diwakili Jay Arya Putera Singgih  (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia – HIPMI Jaya – CEO Bumi Laut Group)
3. Adrian Wibisono,  staf khusus CSR PetroChina International Companies in Indonesia 4. Ir. Abdul Azis (Direktur Detikcom)
Dilanjutkan dengan sesi 2 yang dimoderatori oleh Ina Djamhur, A. Par., M.Sc. dengan pembicara, Astrid Maharani Prajogo (Pendiri Good Indonesian Food)
.
Selanjutnya dilakukan Parallel session dengan moderator oleh,  Dr. Ekayana Sangkasari. Seminar Nasional ditutup dengan Pemberian penghargaan kepada pemakalah terbaik

Pameran Indonesia Science Day 2019

WhatsApp Image 2019-04-29 at 10.10.47
Usahid Jakarta telah mengikuti Pameran Indonesia Science Day 2019   di Pusat Peraga IPTEK TMII yang diselenggarakan atas kerjasama LLDIKTI, Kemenristek dan PP IPTEK TMII, 25 – 28 April 2019. Acara dibuka oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti.
Pameran IPTEK ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta seluruh Indonesia dan Institusi atau Lembaga Ristek.
Pada pameran ini Universitas Sahid Jakarta menampilkan hasil karya mahasiswa Teknik Lingkungan ECOPAVINGS dari limbah Plastik Kresek, Pengolahan Limbah Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku Pembuatan Sabun Transparan, Pemanfaatan Limbah Kaleng sebagai Koagulan untuk Proses Pengolahan Limbah Dimestik; sedangkan Teknik Industri menampilkan limbah Kardus menjadi benda Tepat Guna; dan Teknologi Pangan menampilkan Hasil Olahan Inovasi Pangan Sehat Susu Tempe, Kemangi Lemon, Bronis Tempe, Bronis Jagung dan Ilmu Gizi menampilkan Cakram Gizi Ceria Cek Status Gizi Remaja.
Acara ini ditutup oleh Dr. Syahrial Kepala PP IPTEK TMII dan berharap produk2 Inovatif tersebut dapat dipamerkan di PP IPTEK TMII sebagai bukti kemajuan Teknologi Indonesia.

Seminar Nasional “Bukti Terkini Diet dan Manfaat Puasa Implikasi Terhadap Pencegahan Obesitas dan Penyakit Tidak Menular”

WhatsApp Image 2019-04-27 at 21.40.36
Program Studi Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan (FATEPAKES) Universitas Sahid Jakarta, dengan sukses menyelenggarakan acara Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis USAHID Ke-31 dengan Tema “Bukti Terkini Diet dan Manfaat Puasa : Implikasi Terhadap Pencegahan Obesitas  dan Penyakit Tidak Menular” pada hari Sabtu, 27 April 2019 di auditorium Lt 8, kampus  Universitas Sahid Jakarta
Kegiatan diawali dengan Penampilan tari betawi oleh mahasiswa dari Program Studi Gizi, dilanjutkan dengan laporan Ketua Mitra Pangan Gizi dan Kesehatan  Indonesia (MPGKI), Drs Benny Kodyat, MPA. Berikutnya ada  sambutan dari  Ketua Yayasan Pendidikan Sahid Jaya,  Prof. Dr. Nugroho B. Sukamdani, MBA, BET.
Pembukaan dan sambutan pengarahan dari Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes: dr  Kirana Pritasari, MQIH sekaligus sebagai keynote speaker pada acara seminar ini.
Sesi 1, selaku dimoderatori oleh Dr.  Ridwan, M. Thaha, MSc (Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat  Indonesia (IAKMI) dan Dosen FKM UNHAS).
Para pembicara ;  Ir. Doddy Izwardy, MA (Direktur Gizi Masyarakat),  Ust. Ir. H Farhat Umar, MSi (Universitas Sahid (USAHID) Jakarta),   Dr. Minarto, MPS (Ketua DPP PERSAGI),  dr. Lusiani SpPD-KKV (Dokter Spesialis Penyakit Dalam),  Prof. Dr. Hardinsyah MS (Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, Rektor USAHID Jakarta, dan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia).
Sesi 2 selaku moderator yaitu;   Prof. Dr. Ir.  Umar Santoso, M.Sc (Ketua Umum PATPI dan Dosen UGM),   Para pembicara;  Prof.  Chia-Hua Kuo, PhD., FACSM (President Asian Nutrition Society for Sports & Health (ANSSH) University of Taipei, Taiwan),
dr Andi Kurniawan, Sp.KO (Indonesia Sports Medical Centre), Prof. Dr. Rindit Pambayun, MP  (Guru Besar Ilmu Pangan UNSRI dan Pendiri MPGKI),
Adhi S. Lukman  (Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia – GAPMMI).
Pada kesempatan itu juga dilakukan pengenalan gentle yoga oleh Arijit Senmajumdar , Phd (Therapeutic Yoga, ERYT 500 hours).

Wisuda 42 Usahid Jakarta “Tantangan dan peluang pengawasan mutu dan keamanan pangan di era 4.0: Implikasi pada penguatan SDM”

IMG_8808

Wisuda 42 Usahid Jakarta  tema: Tantangan dan peluang pengawasan mutu dan keamanan pangan di era 4.0: Implikasi pada penguatan SDM”. diikuti oleh 260 wisudawan dan wisudawati terdiri atas Program Doktor 4 orang, Program Magister 14 orang, Program Sarjana   237 Orang  dan 5 Diploma Tiga. Wisuda 42 Usahid Jakarta bertempat  di Puri Agung Convention Hall Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, 25 April 2019.

Pandangan dan wawasan Wisuda ke 42 dengan tema, “Tantangan dan Peluang Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di era 4.0: Implikasi pada Penguatan SDM”,  disampaikan  oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. Sambutan juga disampaikan masing-masing oleh; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah III,  Dr.Ir. Illah Sailah,MS, yang diwakili oleh Kepala Kelembagaan Sistem Informasi, Nor Santy, S.Kom, M.Kom,  Ketua Pembina Yayasan Sahid Jaya  Hj. Dra. SB. Wiryanti Sukamdani, CHA dan dari Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Prof. Dr. H. Nugroho B. Sukamdani, MBA, BET.

Pada acara  Wisuda 42 ini  juga dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama/MOU antara Usahid Jakarta  dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan  (BPOM) Republik Indonesia, yaitu dalam hal Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam Bidang Pendidikan,  Penyiapan SDM Lulusan Berkualitas, Pendidikan Formal, Pelatihan Meningkatkan Kompetensi.  Bidang Penelitian, Penelitian dan kajian ilmiah,  Pengembangan standar dan regulasi/ kebijakan,  Pengembangan inovasi baru teknologi pangan. Bidang Pengabdian kepada masyarakat, Edukasi Masyarakat, Pendampingan pelaku usaha masyarakat desa.

Turut hadir pada acara Wisuda 42 Usahid Jakarta, Pendiri Yayasan  Sahid Jaya, Hj. Juliah Sukamdani  dan Exacty Sukamdani Sryantoro (Yayasan Sahid Jaya), Direktur Eksekutif Yayasan Sahid Jaya, Prof.Dr.Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE,  Ketua Ikatan Alumni Universitas Sahid Jakarta beserta para undangan lainnya.

Rektor Usahid Jakarta, dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Wisuda ke 42 dengan tema, “Tantangan dan Peluang Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di era 4.0: Implikasi pada Penguatan SDM”   yang disampaikan  oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP,  akan menjadi  penyemangat dan memperluas wawasan kita semua, serta penguatan Universitas Sahid Jakarta   dalam meningkatkan kualitas lulusan ditengah kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0, khususnya untuk penguatan dalam bidang SDM di Negara yang kita cintai.

 

 

Dra. SB. Wiryanti  Sukamdani, CHA, selaku Ketua  Pembina  Yayasan  Kesejahteraan  Pendidikan  dan  Sosial Sahid  Jaya, antara lain menyampaikan bahwa Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia khususnya Universitas Sahid adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusannya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.  Kurikulum dan metode pendidikan harus disesuaikan dengan perubahan iklim bisnis, industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains.  Namun demikian  filosofi kehidupan yang ke-Indonesiaan harus tetap ditanamkan untuk membentengi dampak dari revolusi ini terhadap pola sikap dan perilaku yang buruk.  Bapak Sukamdani (alm) sebagai Pendiri YSJ telah banyak menanamkan filosofi kehidupan diantaranya filosofi kebersamaan dan kekeluargaan sebagai dasar  hubungan kerja; filosofi Tri Watak Budi Luhur (taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbakti kepada orang tua dan cinta keluarga dan profesi) sebagai dasar kehidupan;  filosofi Tri Pakarti Utama  (Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani) sebagai dasar kepemimpinan; filosofi Ilmu – Amal Soleh sebagai dasar pendidikan yang bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan dalam pembangunan; serta filosofi Tri Dharma sebagai dasar pengabdian (rumongso melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sariro hangroso wani; artinya merasa ikut memiliki, wajib turut memelihara, berani mengoreksi dan mawas diri), yang semuanya relevan untuk terus dijadikan landasan pola tindak dan sikap untuk menghadapi tantangan ini.

Pada acara Wisuda 42 Usahid Jakarta, Wisudawan/ Wisudawati yang meraih IPK tertinggi di Program Studi untuk Program Doktor, Program Magister,  Program Sarjana, yaitu : Program Pascasarjana,  Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi,   Dr. Frengki Napitupulu, M.Si dengan IPK. 3.91. Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Ayu Lestari, M.IK.  dengan IPK. 3.90.  Program Sarjana,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Program Studi Manajemen,   Tiara Luthfiana,SM. dengan  IPK  3.98. Fakultas Ilmu Komunikasi: Program Studi Ilmu Komunikasi, Dewi Ayu Wulandari,S.IK  dengan IPK 3,91. Fakultas Teknik: Program Studi Teknik Lingkungan,  Sekar Putri Pertiwi,ST. dengan IPK 3,87. Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Program Studi Teknologi Pangan,  Nirmala Hanarisetya, S.TP. dengan IPK 3.78. Fakultas Hukum,  Program Studi Ilmu Hukum,  Tri Widia Astuti Pinano, SH.   dengan IPK 3.83.

Peraih Sahid University Award  Wisuda 42 Usahid Jakarta sebagai lulusan terbaik dari yang terbaik (the best of the best) dengan kriteria lulus tetap waktu, indeks Prestasi tertinggi dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan yaitu atas nama,  Tiara Kuthfiana,SM, dengan IPK 3,98.  

Usahid Jakarta juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa dan dosen berprestasi serta juga bagi Program Studi terbaik.

 

 

ORASI ILMIAH KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

25 April 2019 PPT Dies Natalis Universitas Sahid( Versi Slide)

ORASI ILMIAH KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN “TANTANGAN DAN PELUANG PENGAWASAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI ERA 4.0: IMPLIKASINYA PADA PENGUATAN SDM” DISAMPAIKAN PADA WISUDA KE-42 DALAM RANGKAIAN ACARA DIES NATALIS KE-31 UNIVERSITAS SAHID JAKARTA 

Tempat: Puri Agung Convention Hall Grand Sahid Hari/tanggal: Kamis/25 April 2019 Pukul: 10.00 – 10.30 WIB
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh;
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua;
Shalom
Om Swastiastu
Namo Buddhaya
Salam Kebajikan
Yang terhormat:

  1. Ketua Umum Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Budaya Sahid Jaya, H. Nugroho B. Sukamdani, MBA., BET
  2. Ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan, Pendidikan dan Sosial Sahid Jaya, Hj. Wiryanti Sukamdani, CHA
  3. Rektor Universitas Sahid Jakarta, Dr. Hardinsyah, MS
  4. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Dr. Ir. Illah Sailah., MS
  5. Anak-anakku wisudawan/wisudawati, serta
  6. Para hadirin yang berbahagia.

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya kepada kita hingga pagi hari ini. Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Sahid Jakarta ke-31, kita juga patut bersyukur Universitas Sahid Jakarta terus melahirkan wisudawan/wisudawati terbaiknya untuk berkarya membangun bangsa.

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pengurus Yayasan, Pimpinan dan segenap jajaran Universitas Sahid Jakarta yang telah mengundang untuk memberikan orasi ilmiah dalam acara ini. Pada periode tahun 1994-1998, ayahanda saya Prof.DR.Ir.Lukito Sukahar, MSc seorang pendidik ilmu pertanian dari Universitas Padjadjaran, tepatnya bidang resources development, menjadi Rektor Universitas Sahid Jakarta. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, saya bisa hadir memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda bersamaan dengan Dies Natalis ke-31 Universitas Sahid Jakarta pada hari yang berbahagia ini.

Pada kesempatan ini, paparan yang akan saya sampaikan adalah “Tantangan dan Peluang Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di Era 4.0: Implikasinya pada Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)” dalam berbagai perspektif. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut kompetensi SDM di Industri untuk melakukan inovasi produk industri pangan serta berimplikasi terhadap kompetensi SDM Badan POM agar mampu mendeteksi dan mengantisipasi perubahan yang terjadi dalam pengawasan Obat dan Makanan, sehingga aspek SDM menjadi perhatian untuk mendukung industri lebih mampu berdaya saing.

Para hadirin yang saya hormati,

Badan POM memiliki peran strategis dalam membangun kualitas SDM bangsa Indonesia melalui obat dan makanan aman. Untuk itu, Badan POM membangun visi obat dan makanan aman meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa. Visi ini dicapai dengan (1) memfasilitasi pengembangan industri obat dan makanan dengan keberpihakan terhadap UMKM; (2) memperkuat fungsi pengawasan untuk memastikan obat dan makanan sampai ke masyarakat terjamin aman, bermutu, dan berkhasiat. Badan POM juga (3) memperkuat kemitraan dengan lintas sektor, lintas kepemerintahan, akademisi, masyarakat, media, dan peran serta masyarakat dalam pengawasan obat dan makanan serta (4) meningkatkan kelembagaan dan kapasitas SDM pengawasan obat dan makanan, tidak hanya di Badan POM tetapi juga lintas sektor dan lintas kepemerintahan.

Badan POM berkomitmen terus meningkatkan kapasitas kelembagaan untuk pengawasan obat dan makanan dan penindakan hukum dari berbagai pelanggaran/kejahatan. Perkuatan Badan POM salah satunya dengan telah disahkannya Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menjadi payung hukum kelembagaan Badan POM.

Saat ini organisasi Badan POM diperkuat dengan adanya Kedeputian Bidang Penindakan Obat dan Makanan. Tujuannya agar upaya penindakan Badan POM terhadap pelanggaran serta kejahatan obat dan makanan semakin intensif dan dapat menimbulkan efek jera.

Badan POM juga mendirikan kantor di 40 kabupaten/kota sehingga semakin mendekatkan Badan POM dengan masyarakat. Secara bertahap, kantor Badan POM akan didirikan di kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kehadiran Badan POM hingga kabupaten/kota merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah untuk memastikan negara hadir di seluruh pelosok negeri melalui pengawasan obat dan makanan.
 

Para hadirin yang saya hormati,

Keamanan dan mutu pangan berperan sangat penting dalam pembangunan suatu bangsa. SDM adalah pilar pembangunan dan kualitas SDM sangat terkait dengan ketersediaan, keamanan, dan mutu pangan yang dikonsumsi. Berbagai faktor dapat diidentifikasi sebagai bagian dari permasalahan pembangunan SDM, yaitu rendahnya keamanan pangan dan air, rendahnya mutu pangan, dan tingginya kasus infeksi karena kontaminasi yang sifatnya foodborne dan waterborne diseases. Penjaminan keamanan dan mutu pangan diharapkan akan meningkatkan kinerja fisik, kinerja akademik, dan kinerja inovasi dan kreativitas dari anak bangsa yang pada akhirnya akan berperan dalam peningkatan daya saing bangsa.

Keamanan dan mutu pangan tidak hanya dapat memengaruhi kesehatan akut seperti diare tetapi juga kesehatan, produktivitas dan kualitas SDM dalam jangka panjang. Masa-masa produktif SDM sedapat mungkin harus terhindar tidak saja dari penyakit menular, namun juga penyakit tidak menular (non communicable disease) seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Kesemuanya tergantung pada asupan pangan masyarakat dalam kehidupan sehariharinya.

Sedemikian pentingnya keamanan dan mutu pangan sehingga telah diakomodir dalam beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs). SDG ke-2 bertujuan untuk menghapuskan kelaparan dan mencapai ketahanan pangan serta gizi yang lebih baik. Keamanan dan mutu pangan yang tersedia menjadi bagian tak terpisahkan dari ketahanan pangan tersebut.

Pada SDG ke-3, kesehatan yang baik dan kesejahteraan pada semua usia, dikaitkan antara lain dengan kematian bayi dan kematian ibu. Keamanan dan mutu pangan untuk kelompok rentan tersebut menjadi bagian penting dan penyumbang zat-zat gizi yang dibutuhkan. Sebaliknya, konsumsi pangan tidak aman berimplikasi pada gangguan kesehatan seperti diare dan infeksi yang pada akhirnya mempersulit pemanfaatan gizi oleh tubuh. Pertumbuhan fisik menjadi tidak optimal dan bahkan dapat menghasilkan bayi atau anak dengan kondisi stunting. Poin berikutnya sebagaimana dituangkan dalam SDG ke-6 terkait dengan ketersediaan air bersih. Air bersih diperlukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan personal tetapi juga merupakan prasyarat dalam menghasilkan produk pangan yang aman.

Para hadirin yang saya hormati,

Saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi tinggi, konektivitas manusia, mesin, dan data secara real time (cyberphysical system). Sebagai konsekuensi dari perkembangan ini, pengawasan obat dan makanan menghadapi tantangan antara lain:

1. Persaingan untuk mendorong kemandirian dan daya saing industri, khususnya skala kecil dan mikro

Industri makanan dan minuman menjadi sektor industri prioritas dalam Making Indonesia 4.0. Sesuai peta jalan menuju makanan dan minuman 4.0 dalam Making Indonesia 4.0 dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2030 kita berharap menyaksikan Indonesia sebagai eksportir makanan dan minuman global nomor 5 di dunia dengan memperkuat kemampuan produksi dan penggunaan teknologi revolusi industri 4.0. Di Indonesia terdapat sekurangnya 1,5 juta perusahaan pengolahan makanan dan minuman di mana 99% merupakan perusahaan kecil dan mikro. Inovasi dan perusahaan start up skala kecil dan mikro juga terus berkembang. Upaya mendorong kemandirian dan daya saing industri mikro dan kecil di era 4.0 agar mampu mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan pangsa pasar serta menerapkan praktik keamanan pangan secara konsisten menjadi tantangan industri pangan.

2. Inovasi dan riset pengembangan produk dan teknologi

Eksplorasi ingredien baru, serta riset dan pengembangan produk maupun teknologi seperti nanoteknologi, iradiasi pangan, dan high pressure process, memerlukan SDM pengawasan yang kompeten dalam menghadapi perkembangan tersebut.

3. Kapasitas pengujian laboratorium

Laboratorium pengujian merupakan komponen penting dari sistem pengawasan pangan yang handal. Pengujian di era 4.0 harus didukung dengan SDM dan infrastruktur yang mampu mendeteksi komponen produk hasil inovasi terkini, misalnya novel ingredient seperti nano product, produk derivat seperti DNA spesifik dari probiotik, dan mikroplastik.  

4. Digitalisasi peredaran produk

Jaringan dan infrastruktur digital yang sangat maju mendorong konektivitas tanpa batas. Era digital memperluas peredaran obat dan makanan tidak lagi hanya melalui jalur peredaran konvensional. Internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. We are social dan Hootsuite pada Januari 2019 melaporkan sekitar 86% pengguna internet di Indonesia melakukan belanja online dalam 30 hari terakhir. Nilai belanja produk pangan dan personal care secara online mencapai USD 1,4 miliar dengan pertumbuhan per tahun sekitar 30%. Namun, perdagangan online ini rentan menjadi jalur peredaran produk ilegal. Pengawasan pangan harus mampu mendeteksi dan mengatasi kejahatan siber tersebut.

5. Kebijakan, standar, dan regulasi yang update

Review dan harmonisasi standar perlu dilakukan secara kontinyu sesuai perkembangan global. Kegiatan ini harus mengutamakan perlindungan konsumen namun tidak menjadi hambatan dalam perdagangan (barrier to trade). Regulator ditantang untuk menyiapkan standar yang update dan terharmonisasi dengan standar internasional dan digunakan sebagai menjadi landasan untuk pengawasan pangan yang efektif.

  1. Pelayanan publik dan sistem pengawasan berbasis digital (digital melayani) Mengimbangi digitalisasi pada sektor industri dan perdagangan, maka pemerintah perlu menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan sistem ini diharapkan setiap lini dapat terhubung dengan baik, cepat dan transparan. Oleh karena itu intensifikasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengawasan menjadi suatu keharusan.

7. Membangun konsumen cerdas

Era digital membuka keran informasi tanpa batas. Masyarakat di era digital harus memiliki filter yang baik dalam menerima maupun meneruskan informasi digital serta tidak mudah terhasut isu menyesatkan dan hoax. Masyarakat harus diedukasi agar menjadi konsumen cerdas dan bijak.

8. Kemitraan yang efektif

Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan akademisi serta media perlu membangun kemitraan yang efektif. Koordinasi dan sinergi bukanlah hal yang mudah tetapi bukan tidak mungkin. Dengan kemitraan yang efektif, upaya untuk meningkatkan kapasitas industri dan mendorong demand konsumen untuk pangan aman dan bermutu dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Para hadirin yang saya hormati,

Badan POM melakukan pengawasan obat dan makanan full spectrum sejak sebelum produk beredar (pre-market control) hingga produk berada di peredaran (post market control). Pengawasan pre-market dilakukan dengan penilaian/evaluasi keamanan, mutu, dan manfaat/khasiat produk sebelum diedarkan dengan mendapatkan nomor izin edar (NIE). Berbagai percepatan perizinan terus digerakkan Badan POM, khusus untuk pangan salah satunya telah dilakukan simplifikasi prosedur pre-market pangan olahan dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing. Salah satunya, Badan POM juga mengembangkan Program Manajemen Risiko (PMR) pada industri pangan.

Program ini merupakan inovasi Badan POM untuk memandirikan industri untuk juga bertanggungjawab dalam pengawasan pangan dengan meningkatkan kapasitas industri dalam melakukan pengawasan secara mandiri berbasis risiko.

Pada post market, Badan POM melakukan pengawasan rutin terhadap sarana produksi dan distribusi serta produk beredar untuk memastikan produk memenuhi syarat sebagaimana yang dijanjikan oleh industri pada saat pendaftaran produk. Pengawasan post market berupa pengambilan sampel dan pengujian produk serta monitoring iklan, promosi dan label produk. Badan POM juga melakukan penegakan hukum dengan operasi penindakan terhadap produk ilegal, palsu, atau tidak memenuhi ketentuan yang sengaja diproduksi atau didistribusikan oleh pelaku kejahatan.

Para hadirin yang saya hormati,

 
Tantangan pengawasan obat dan makanan pada era Revolusi Industri 4.0 harus dijawab dengan kekuatan digitalisasi dalam pengawasan. Dalam pengawasan pre market, inovasi terus dilakukan antara lain pelayanan publik dengan sistem registrasi secara online (eregistration), digital signature, dan dashboard tracking pelayanan publik.

Badan POM juga mengembangkan platform online Aplikasi Istana UMKM sebagai sarana edukasi online untuk UMKM pangan, kosmetik, dan obat tradisional. Pelaku UMKM dapat memperoleh informasi secara mandiri tentang regulasi, teknologi proses, permodalan, pemasaran, dan manajemen usaha. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kemudahan berusaha (ease of doing business) melalui percepatan perizinan serta percepatan kemudahan akses masyarakat terhadap obat dan makanan yang berkualitas.

Pada sisi post market, Badan POM memperkuat pengawasan dengan mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital (2D Barcode). Kami telah menerbitkan Peraturan Badan POM Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penerapan 2D Barcode dalam Pengawasan Obat dan Makanan. Pencantuman 2D Barcode adalah dalam rangka identifikasi dan otentifikasi produk jika diperlukan penelusuran dalam rantai distribusinya. Sistem pengawasan dengan 2D Barcode adalah upaya untuk turut melibatkan masyarakat dalam memutus rantai peredaran obat dan makanan yang ilegal dan tidak aman/bermutu.

Di samping inovasi pada pengawasan, Badan POM juga memanfaatkan teknologi informasi dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi produk terdaftar di Badan POM dan informasi lain serta melakukan pengaduan secara realtime, Badan POM telah mengembangkan Aplikasi Cek BPOM dan BPOM Mobile. Kedua aplikasi ini dapat diunduh dari playstore untuk kemudian di-install pada smartphone.
 

Para hadirin yang saya hormati,

Pengawasan obat dan makanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Badan POM. Untuk itu, Badan POM menginisiasi berbagai upaya/program strategis dalam rangka mendorong kolaborasi lintas sektor yang efektif untuk mewujudkan obat dan makanan aman. Aksi Nasional tersebut antara lain Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 Oktober 2017. Misi utama Aksi Nasional ini adalah memerangi obat ilegal dan obat yang disalahgunakan yang merugikan kesehatan masyarakat serta mencederai praktik berusaha yang jujur dan adil.  

Badan POM juga merintis Aksi Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) yang dicanangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pada tanggal 23 November 2017.
Aksi Nasional ini mengajak segenap komponen bangsa, terutama pemuda/kaum milenial, untuk terlibat dan waspada terhadap keamanan pangan.

Pengawasan obat dan makanan tidak dapat berhasil tanpa peran serta masyarakat. Masyarakat sebagai pengguna akhir produk harus diedukasi menjadi konsumen cerdas. Badan POM berkolaborasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh berpengaruh seperti artis, influencer maupun komunitas/organisasi masyarakat, Pramuka, dan perguruan tinggi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Program edukasi yang dikembangkan bagi komunitas masyarakat antara lain Program Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah, Program Desa Pangan Aman, dan Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya. Selain itu, Badan POM juga memberdayakan masyarakat menjadi penggerak/duta dalam mengedukasi UMKM dan masyarakat sekitar. Pemberdayaan dilakukan dengan membentuk fasilitator/kader seperti Fasilitator Pangan Desa.

Di sinilah diperlukan pula peran serta dari perguruan tinggi meningkatkan kapasitas SDM keamanan pangan, selain juga keterlibatan civitas akademika dan mahasiswa untuk memberikan edukasi dan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat dalam tugas pengabdian masyarakat untuk memberikan dampak perubahan perilaku masyarakat sebagai konsumen cerdas pangan.

Badan POM bersama 7 Kementerian/Lembaga mengembangkan Program Terpadu Lintas Kementerian/Lembaga Pengembangan UMKM Obat Tradisonal, Kosmetik, dan Pangan Berdaya Saing. Peluncuran program dilakukan bersama pimpinan 8 K/L yang terlibat dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Mei 2018. Program ini merupakan komitmen bersama Kementerian/ Lembaga untuk bekerja sama secara terpadu sesuai tugas dan fungsinya dalam pengembangan, pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi UMKM obat tradisional, kosmetik, dan pangan. Harapannya, UMKM obat dan makanan bisa berdaya saing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga menjadi produsen ekspor yang mendatangkan devisa

Untuk memberantas jaringan kejahatan terorganisasi di balik perdagangan pangan ilegal yang tidak memenuhi persyaratan, Badan POM juga melakukan upaya penindakan bekerja sama dengan INTERPOL dalam Operasi Opson. Pada operasi di tahun 2019 ini produk pangan ilegal yang disita dengan nilai keekonomian sampai mencapai 61,1 miliar rupiah. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian kita bersama karena peredaran pangan ilegal, tidak hanya terkait dengan bahaya keamanan pangan, namun juga merugikan ekonomi negara kita.

Para hadirin yang saya hormati,

Untuk itulah penguatan SDM pengawas obat dan makanan merupakan prioritas bangsa ini ke depan. Badan POM sebagai instansi koordinator pengawasan obat dan makanan menjadi instansi pembina Jabatan Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM). Secara umum, PFM memiliki 6 (enam) fungsi kunci, yaitu penilaian, pemeriksaan, penyidikan, pengujian, pemantauan dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE), serta standardisasi.

Saat ini, PFM masih eksklusif diamanatkan kepada SDM Badan POM.

Kebutuhan tenaga fungsional PFM berdasarkan analisis beban kerja dengan indikator antara lain jumlah penduduk, luas wilayah, dan cakupan wilayah kerja masih membuka peluang pejabat fungsional PFM di tingkat Pusat maupun Daerah. Badan POM akan membuka kesempatan bagi pegawai Pemerintah Daerah untuk menduduki jabatan fungsional PFM.

Kompetensi SDM pengawas dipertajam dengan ilmu dan keterampilan spesifik sebagai food inspector Badan POM. Sedangkan untuk petugas Pemerintah Daerah, Badan POM mengembangkan program District Food Inspector (DFI) sesuai dengan kebutuhan kapasitas petugas untuk melakukan pengawasan sarana dan produk pangan industri rumah tangga.

Para hadirin yang saya hormati,

Badan POM melihat perguruan tinggi seperti Universitas Sahid Jakarta sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung tercapainya Keamanan Pangan Nasional antara lain melalui:

  1. Penyiapan SDM lulusan yang berkualitas (S1, S2, S3) baik sebagai ASN (fungsional PFM), entrepreneur di industri pangan, maupun ahli di bidang sains/riset pangan,
  2. Pelaksanaan penelitian dan kajian ilmiah, perkembangan standar dan regulasi/kebijakan Keamanan Pangan nasional (antara lain riset untuk substitusi bahan pengawet yang aman, tidak lagi menggunakan formalin/boraks);
  3. Pemanfaatan bersama sumber daya yang dimiliki instansi perguruan tinggi. Misalnya laboratorium untuk pelaksanaan uji atau pengembangan metode uji baru yang valid dan efisien, keterlibatan mahasiswa menjadi kader keamanan pangan, fasilitator komunikasi, edukasi tentang sanitasi dan higiene Sebagai contoh, Badan POM menginisiasi Program Desa Pangan Aman dengan menggandeng civitas perguruan tinggi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa dan dosen berperan sebagai fasilitator untuk meningkatkan kemandirian dan memperkuat ekonomi masyarakat desa dengan peningkatan keamanan pangan;
  4. Pengembangan inovasi baru terkait teknologi produksi pangan yang menjadi produk unggulan Indonesia.

Syukur Alhamdulillah hari ini dapat dilangsungkan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Badan POM dengan Universitas Sahid Jakarta tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Implementasi kerja sama ini meliputi training internal bagi Badan POM terkait pengawasan obat dan makanan, aspek komunikasi/kehumasan, penyebaran informasi dan pencetakan mahasiswa sebagai fasilitator keamanan pangan selama Kuliah Kerja Nyata. Badan POM selalu terbuka untuk berdialog dan bekerja sama dengan perguruan tinggi, dengan ditandatanganinya Kesepakatan Bersama ini, diharapkan dapat menjadi momentum kolaborasi untuk meningkatkan obat dan makanan aman.

 

Para hadirin yang saya hormati,

Sebagai penutup, saya sampaikan kembali bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama. SDM dari Academia, Business, Government, dan Consumer (ABCG) dan Media. Sinergi kita dalam menjalankan peran dan fungsi masingmasing akan dapat mewujudkan tujuan bersama. Obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat sehat, produktif, dan unggul menuju Indonesia Sejahtera.

Wassalaamu ‘alaikum Warohmatulloohi Wabarokatuh.
 
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
 
 

  1. Ir. Penny K Lukito, MCP

Seminar “How To Start Branding Your Self With a Good Content”, Kertas Nasi 2018

IMG_8327

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom Usahid Jakarta, kembali
menggelar acara Kertas Nasi 2018  “IMMORTAL – Muda Beda Berkarya”.
Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan ini, diawali dengan seminar
“How To Start Branding Your Self With a Good Content”, dengan
pembicara:  Diaz Danar (Content Creator & Announcer). Berlangsung di
lobby kampus Usahid Jakarta, 18 April 2019. Pembukaan acara ini oleh
Dekan Fikom Usahid Jakarta, Dr. Manik Sunuantari, M.Si didampingi  Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta, Drs. Supriyadi, M.Si.

Rangkaian acara berikutnya akan digelar, 20 April 2019 yaitu pentas musik
bersama beberapa band tamu.

3 Tim Mewakili Usahid Jakarta di Program Kreatifitas Mahasiswa 2019

Header web PKM

Usahid Jakarta meloloskan wakilnya yaitu 3 Tim yang  nantinya  akan didanai dalam Program Kreatifitas Mahasiswa 2019 (PKM) DIKTI , yaitu; Tim Fahrul Nurkolis, Nur Afni Alfiana H, dan Fani Oktaviani, dari  Program Studi Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid Jakarta, dengan Judul;  “Kode Bersuara (KoBar) sebagai solusi berbelanja bagi penyandang tunanetra”.

Tim Daman Sutiawan, Yuni Hapsari, dan Agus Nugroho, dari  Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Sahid Jakarta dengan judul:  “Pemanfaatan Sampah Plastik Jenis Residu sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Paving Block”.

Tim Kristina Magdalena, Aulia Rizki Rinalda, RA Wahyu Murti N dan Nadya Wulanningsih dari Program Studi Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Universitas Sahid Jakarta dengan judul;  “Cakram Dinding CeRiA (Cek Gizi Remaja) : Alat Praktis Pengukur Status Gizi Remaja”.

Selamat dan semoga sukses selalu untuk menuju PIMNAS 2019.