PASCA COVID-19 : BERSIAP MASUKI ERA NEW NORMAL DARI PERSPEKTIF CYBER COMMUNICATION & HUMAN BEHAVIOR

Universitas Sahid Jakarta, sebagai salah satu universitas swasta unggulan berkomitmen menyelenggarakan tata kelola universitas yang sehat (good university governance) dengan pelaksanaan otonomi perguruan tinggi. Dengan penyelenggaraan sistem Pendidikan dan pengajaran yang bermutu tinggi, Universitas Sahid Jakarta membuka pintu bagi kedatangan calon mahasiswa yang siap mengembangkan diri.

Kondisi new normal yang digalakkan pemerintah Indonesia mendorong Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan Open House Sekolah Pascasarjana & Webinar Series 2020. Mengusung tema ”MOVING TO THE NEW NORMAL POST COVID-19 : Cyber Communication & Human Behavior Perspective”, webinar ini mengundang para narasumber yang memang pakar di bidangnya. Sebut saja sosok Jojo S Nugroho yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) serta Managing Director Imogen PR; Berlanjut dengan sosok Endra Leonardy yang merupakan VP Sales & Marketing of Biznet Group.

Berkomitmen bukan hanya mendatangkan pakar yang merupakan praktisi, Webinar ini juga mengundang sosok Profesional Trainer & Coach, Director of RED Indo, yaitu Dessy Arnas, S. Ikom, MM., serta Dinna Prapto Raharja, Ph.D. yang merupakan Associate Professor in International Relations, sekaligus Pendiri Synergy Policies dan Wakil Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (2016-2018).

Pelaksanaan Open House Sekolah Pascasarjana & Webinar Series 2020 merupakan persembahan dari mahasiswa/i Program Doktor Ilmu Komunikasi (DIK) Angkatan 23 yang juga berkesempatan menjadi moderator dan pembawa acara. Pelaksanaannya adalah pada Sabtu, 4 Juli 2020 Pkl 10.00 – 12.00 WIB, dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi Zoom dan streaming Youtube. Dengan kemudahan yang sangat membantu, ditargetkan 1000 peserta hadir dalam webinar ini. Tercatat 320 peserta hadir melalui aplikasi zoom meeting dan 631 peserta melalui youtube live streaming sehingga total peserta mencapai 951 peserta terdiri dari praktisi, akademisi, mahasiswa, dan kalangan umum.
Webinar ini tanpa dipungut biaya, peserta juga bisa mendapatkan fasilitas seperti E-Certificate hingga Free biaya pendaftaran untuk Program Studi Pascasarjana, khususnya peminatan S2 (Magister Manajemen dan Magister Ilmu Komunikasi), serta S3 (Doktoral Ilmu Komunikasi).

“Moving To The Normal Post COVID 19 : Kuwait Perspektif”

Salah satu tujuan Universitas Sahid Jakarta, sesuai dengan visi dan misinya adalah mengembangkan kerjasama Nasional dan Internasional dalam mewujudkan USAHID yang unggul. Dengan penyelenggaraan sistem Pendidikan dan pengajaran yang bermutu tinggi, Universitas Sahid Jakarta membuka pintu bagi kedatangan calon mahasiswa yang siap mengembangkan diri, termasuk dari Luar Negeri dengan sistem On-Line Class, yang memberikan pelayanan akademik mengikuti perkembangan digital.

Program Studi Magister Manajemen konsentrasi Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan (MMK3L) adalah salah satu program unggulan di Pascasarjana USAHID yang menyelenggarakan sistem On-Line class, yang memiliki mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Timur Tengah. Dalam menghadapi kondisi new normal post Covid-19, prodi ini berkontribusi untuk menyelenggarakan Webinar yang mengusung tema “Moving To The Normal Post COVID 19 : Kuwait Perspektif”, bertepatan dengan gebyar Open House USAHID & Webinar Series 2020. Webinar yang bekerjasama dengan Forum Diaspora Indonesia Kuwait (FDIK), KBRI Kuwait dan DPLN PPNI diharapkan dapat menjadi studi banding era new normal berbagai Negara di Timur Tengah yang dikupas secara padat dan efektif dari berbagai perspektif.

Webinar diisi dengan sambutan dari Bapak Tri Tharyat selaku Duta Besar RI untuk Kuwait; Prof. DR. Ir. H. Kholil, M.Kom, Rektor Universitas Sahid dan Dr. Marlinda Irwanti Poernomo, Msi, selaku Direktur SPS- Usahid. Paparan narasumber diisi oleh Bapak Ibnu Munzir, Sr. Engineer/KIPIC sekaligus Ketua FDIK, Bapak Alvin Alfiyansyah, Lead Engineer/Qatargas, Ibu Noerlaeli Ono Sutisna/PPNIK, dan Dr. Sumant Mishra, Paediatric Dentist/Ministry of Health Kuwait. Moderator dan host yang membantu jalannya acara adalah Bapak Kosasih, Hygiene Advisor/BP Tangguh Expansion Project dan Bapak Mochamad Robby Fajar Cahya/FDIK-Divisi Keahlian Profesi. Keduanya adalah mahasiswa MK3L Pascasarjana USAHID.

Tercatat 236 peserta melalui aplikasi zoom meeting dan 1248 peserta melalui youtube live streaming sehingga total peserta mencapai 1484 peserta terdiri dari para diplomat, praktisi, akademisi, mahasiswa, dan kalangan umum dari berbagai daerah diseluruh Indonesia maupun warga Indonesia yang berdomisili di Luar Negeri khususnya di Kuwait. Seminar yang berlangsung selama lebih dari 2 jam mulai dari pukul 13.00 – 15.30 WIB. Para peserta yang mengikuti webinar ini mendapatkan fasilitas E-Certificate dan materi pembicara tanpa dipungut biaya.

Keynote Speaker Duta Besar RI untuk Kuwait – Tri Tharyat memaparkan selama pandemi covid-19 KBRI Kuwait telah melakukan upaya extraordinary dalam upaya perlindungan WNI seperti bantuan bahan pangan, gerakan sukarela, amnesti repatriasi dan mediasi ketenagakerjaan dan mendukung upaya pemerintah Indonesia dan Kuwait dalam setiap kebijakan yang diambil dalam penanggulangan covid-19 secara maksimal.
Adapun sambutan dari Rektor Universitas Sahid yakni Prof. DR. Ir. H. Kholil dan Dr. Marlinda Irwanti Poernomo – Direktur SPS USAHID selain menjelaskan tentang kegiatan belajar mengajar selama masa pandemic dan new normal di USAHID dengan metode daring, juga sekaligus membuka acara secara resmi.

Paparan perwakilan Diaspora Indonesia – Ibnu Munzir, Sr. Engineer/KIPIC sekaligus Ketua FDIK (Forum Diaspora Indonesia Kuwait) dan Noerlaeli Ono Sutisna/PPNIK mencakup detil prosedur kerja di lingkungan industri minyak dan pelayanan kesehatan di Kuwait, dengan perbandingan praktek di Qatar dari Alvin Alfiyansyah, Lead Engineer/Qatargas sekaligus pengurus Indonesian Diaspora Network Qatar (IDN Qatar). Dr. Sumant Mishra, Paediatric Dentist/Ministry of Health Kuwait menjabarkan detil prosedur penanganan pasien perawatan gigi sebagai contoh spesifik layanan kesehatan yang saat ini juga menerapkan prinsip kontak seminimal mungkin.
Dari beberapa pembicara dan masukan peserta diakui bahwa semua penyesuaian ini merupakan bentuk kepatuhan pada hukum Pemerintah. Semua aturan yang ada telah melalui pertimbangan matang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Webinar ditutup dengan foto bersama narasumber dan peserta dalam satu frame. Semua peserta mendapatkan materi para pembicara dan e-certificate secara cuma-cuma yang nantinya dapat dipergunakan sebagai voucher free biaya pendaftaran untuk memasuki program S2 – S3 Magister dan Doktor di SPS USAHID Jakarta. Dalam kegiatan ini beberapa peserta berkesempatan untuk mendapatkan doorprize yang telah disediakan panitia penyelenggara.

Melalui webinar ini diharapkan tindaklanjut bahwa prinsip New Normal ialah menggabungkan penanganan kasus Covid-19 disertai partisipasi publik dalam menjaga diri dan lingkungan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan yang ada sesuai dengan aturan yang berlaku demi menuju kehidupan baru yang sehat dan sejahtera.

Demikian Press Release ini dikeluarkan.
Untuk informasi lanjutan maupun konfirmasi dapat menghubungi :
Ka. Humas & Kerjasama USAHID – Sri Nursanti, S.Sos., M.Si (HP – 081284346766)
Dikeluarkan : di Jakarta, 5 Juli 2020

Webinar SEKTOR PARIWISATA “THE ERA OF NEW NORMAL” PASCA PANDEMI COVID 19.

Saat ini sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terguncang oleh pandemi virus corona (covid 19). Selama pandemi Covid-19, pariwisata tersendat karena penutupan obyek wisata, pembatasan penerbangan dan ajuran untuk beraktivitas di rumah saja. Dunia usaha di sektor ini mengalami pelemahan hingga berdampak pada pelaku di industri pariwisata, termasuk hotel, restoran, transportasi, industri ekonomi kreatif hingga usaha non formal banyak yang mengambil kebijakan untuk merumahkan para pekerjanya.

Untuk mengungkap berbagai antisipasi sektor pariwisata dalam memanfaatkan peluang pasca pandemi covid-19 dan mengungkap strategi para pelaku usaha sektor pariwisata pasca pandemi covid-19, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan SARAPAN (ShARing hAsil Penelitian dan kajian kebijakAN) Webinar SEKTOR PARIWISATA “THE ERA OF NEW NORMAL” PASCA PANDEMI COVID 19.

Selaku host webinar, Kepala LPPM Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, MSi menyampaikan bahwa diharapkan dengan terselenggaranya Webinar ini dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara dalam memulihkan sektor pariwisata pasca pandemic Covid 19. Bahwa para pemangku kepentingan sektor pariwisata harus siap mengubah pendekatan dan strategi baru untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada sesuai dengan tuntutan pasar domestik, regional dan internasional dengan menerapkan protocol keamanan baru mengenai kebersihan, pelayanan dan kesehatan menuju tatanan baru, sehingga the era of new normal di bidang pariwisata dapat berhasil.

Webinar diselenggarakan pada Kamis, 11 Juni 2020 pukul 09.30 – 12.00 WIB. Metode Webinar dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Cloud untuk 1000 peserta dan Youtube Live Streaming untuk peserta lainnya. Terdaftar lebih dari 3000 peserta yang terdiri dari Akademisi, Mahasiswa, Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Pemerhati Pariwisata.

Keynote Speaker oleh Wishnutama Kusubandio (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia) yang diwakili oleh Dr. Frans Teguh, MA ( Plt Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan) dengan topik Grand Design Sektor Pariwisata Indonesia Pasca Pandemi Covid 19. Para nasumber lainnya yaitu : Dr. Ir. H. Haryadi BS Sukamdani, MM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) dengan topik Antisisipasi Subsektor Perhotelan dan Restoran Pasca Pandemi Covid-19; Dr. Nunung Rusmiati, M.Si – Ketua Association of the Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) dengan topik Strategi Subsektor Tour and Travel Pasca Pandemi Covid-19; Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE – Sekjen Himpunan Lembaga Pendidikan Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) dengan topik Normal Baru Pendidikan Tinggi Pariwisata; Ir. Djohan Riduan Hasan – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) – Bangka Belitung dengan topik Kesiapan Pengusaha Sektor Pariwisata Mengantisipasi Pandemi Covid 19 dan Dr. Levyda, SE., MM – Universitas Sahid (USAHID) Jakarta dengan topik Wisata Kuliner Pasca Pandemi Covid 19. Moderator oleh Dr. Yohannes Sulistyadi – Politeknik Pariwisata Sahid.

Dr. Frans Teguh, MA – Plt Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisita dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan 4 point penting dalam paparannya yaitu mengenai dampak covid-19 terhadap pariwisata & ekonomi kreatif; scenario & prediksi proyeksi kunjungan wisatawan internasional termasuk kondisi Indonesia, pasar utama & negara pesaing; pariwisata & ekraf dalam tatanan baru serta strategi & kebijakan pemerintah.
Menyambut tatanan baru pada pariwisata dan ekonomi kreatif, statement ahli kesehatan, standar kesehatan dan standar kebersihan menjadi pertimbangan penting untuk orang berwisata. Hastag #WhenWeTravelAgain menjadi viral dan masuk 5 trending topic teratas di Indonesia. Fenomena ini menandakan kerinduan netizen dan travelling menjadi komoditi teratas yang akan diburu konsumen. Tren wisata pasca covid-19 diantaranya wisata domestic lebih menjadi preferensi, objek wisata alam menjadi lebih popular bagi wisatawan, wisatawan muda dari kalangan menengah atas lebih bersemangat untuk bepergian dan konsumen memerlukan pengalaman wisata baru & individual-based. Ada 7 tahapan menuju Tatanan Baru yaitu ditetapkan protocol (SOP), edukasi &pelatihan, simulasi, sosialisasi, uji coba penerapan protocol, dibuka bertahap dan evaluasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) – Dr. Ir. H. Haryadi BS Sukamdani, MM dalam paparannya menyatakan bahwa dampak covid 19 pada pariwisata global dan Indonesia antara lain potensi devisa yang hilang Januari – April 2020 sebesar US$ 4 M, lebih dari 2000 hotel dan 8000 restoran tutup dengan potensi hilang pendapatan Januari – April 2020 sektor hotel Rp 30 T dan restoran 40 T, kerugian maskapai penerbangan US$ 812 Juta, kerugian tour operator Rp 4 T dan pekerja sector pariwisata 90% dirumahkan atau unpaid leave, jumlah pekerja sector pariwisata 13 juta orang.
Beberapa strategi diungkapkan Dr. Haryadi Sukamdani yaitu jalan tengah yang dinamakan New Normal, Usulan dalam pelonggaran PSBB diantaranya harus disiapkan Health & Safety Protocol Bersama dengan Kemenparekraf berdasarkan protocol Kesehatan dari Kemenkes sebagai jaminan bagi para stakeholder untuk mampu melayani tamu wisnus/wisman. Usulan dalam pemulihan diantaranya sector hotel dan restoran memerlukan tambahan modal kerja karena selama pandemic covid 19 telah terjadi deficit cash flow. Diharapkan Pemerintah Bersama OJK memberikan stimulus terkait penambahan modal kerja. Fokus pada pasar domestic dan intensifkan publisitas dengan tema Pemulihan Pariwisata Indonesia. Kepastian jadwal penerbangan ke tujuan destinasi wisata dengan paket bundling tiket dan hotel dengan harga yang menarik untuk mendukung pemulihan pariwisata. Sedangkan usulan dalam akselerasi/percepatan diantaranya penentuan produk pariwisata disesuaikan dengan kondisi “New Normal” pasca Pandemi Covid 19 yang focus pada pasar regional ASEAN, Jepang, Korea, China, Australia dengan membuka lebih banyak penerbangan langsung menuju lokasi destinasi wisata. Penggunaan digital marketing ditingkatkan dengan target yang jelas. Perluasan pasar wisata bahari dan minat khusus ecotourism, cultural tourism, culinary, music concert dan sport.

Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE – Sekjen Himpunan Lembaga Pendidikan Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) dalam paparannya menyatakan Persiapan menuju Normal Baru pada Pendidikan Tinggi Kepariwisataan diantaranya menyiapkan Pedoman akademik baru yang jelas dan mengakomodir situasi terkini akibat pandemic Covid-19 yaitu kebijakan pelaksanaan pembelajaran seperti flipped classroom & blended learning serta mensosialisasikan Normal Baru bagi Dosen, Tendik dan Mahasiswa.
Menyiapkan Pedoman protocol Kesehatan, kebersihan dan keselamatan untuk menghadapi pandemic Covid-19 yaitu penetapan pedoman protocol Kesehatan di kampus terkait fasilitas, alat pelindung diri dan makanan minuman.
Menyiapkan Transformasi kurikulum yang menekankan pada soft skill dan social skill serta menyediakan pembelajaran life skill seperti critical thinking, communication skill, disiplin dan emotional intelligencef serta menyiapkan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kreatif dalam masa pandemic.

Ketua Association of the Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) – Dr. Nunung Rusmiati, M.Si meminta travel agen untuk memperkuat digital platform, kreatif dalam membuat paket tour dan memperluas jaringan sebagai salah satu strategi menghadapi era new normal.

Ir. Djohan Riduan Hasan – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengungkapkan pokok-pokok pemecahan masalah sector pariwisata, bahwa daerah harus membuat pola yang terkonsep, terukur dan efektif; adanya sinergitas berbagai komponen yaitu pemerintah pusat, daerah dan pelaku pariwisata serta menyiapkan anggaran & efektivitas penggunaanya.

Dr. Levyda, SE., MM – Universitas Sahid (USAHID) menekankan kesiapan para pemangku kepentingan pariwisata. Pelaku usaha wisata harus menyiapkan prioritas pada keselamatan & pelayanan Kesehatan serta melaksanakan protocol Kesehatan. Kesiapan destinasi dalam membuka lokasi wisata dengan system cluster, per slot atau per Kawasan kolaborasi dengan dinas Kesehatan, mendorong perilaku pengunjung saling menghormati dalam berbagi ruang public. Kesiapan Pemda dalam layanan Kesehatan, sarana prasarana, pengelolaan social politik & komunikasi serta jejaring masyarakat berbasis desa dan kelurahan.

World Environment Day Seminar 2020

Tepat pada tanggal 5 Juni penduduk di berbagai negara merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Momen ini kerap menjadi pengingat banyak orang agar selalu menjaga bumi dan lingkungan hidup. Dan tahun 2020 ini tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah “Time For Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dijaga kelestariannya.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Perkumpulan Forum Tenaga Ahli Lingkungan (PTALI) menyelenggarakan Seminar pada Jum’at, 5 Juni 2020 jam 10.00 secara virtual melalui google meet apps yang terbuka untuk publik. Para pembicaranya adalah Prof. Dr. Ir. Marlon Ivanhoe, MSc – Guru Besar Univ. Mulawarman, Ketua PTALI Kaltim; Prof. Dr. Supli Effendi Rahim, MSc – Guru Besar STT Sapta Taruna Palembang Ketua PTALI Sumsel; Dr. Alfred A. Antoh, S.Hut.,MSi – Dosen FKIP Uncen, Wakil Ketua PTALI Papua; Virza Sasmitawidjaja, MSc – Environment Safeguard World Bank; Budiyono, SP.,ST.,MA.,MSi – Manager Tata Lingkungan PT. Eskapindo Matra, Ketua Umum PTALI; Ir. Trimo Pamudji Al Djono, ST.,MSi – Wakil Ketua Umum PTALI.

Salah satu pembicara utama dalam webinar adalah Prof. Dr. Ir. Kholil, M. Kom yang merupakan, Sekjen FOPI ( Forum Organisasi Profesi IPTEK) Indonesia, Ketua Dewan Pakar PTALI skaligus Rektor Universitas Sahid Jakarta.
Dalam paparannya Prof. Kholil menyatakan bahwa salah satu masalah lingkungan adalah global warming dan manusia sebagai sumber kerusakan di bumi. Efek pemanasan global di Indonesia memiliki dampak komprehensif bagi Indonesia di berbagai sektor bidang, misalnya berakibat kerusakan fasilitas sosial dan ekonomi. Pemanasan global terjadi ketika kondisi suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi mengalami peningkatan secara intensif. Menurut data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 0.18 C (1.33 0.32 F) selama seratus tahun terakhir. Berdasarkan hasil riset para ilmuwan, suhu rata-rata bumi dapat meningkat antara 1,4 hingga 5,8 °C pada tahun 2100. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyatakan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalu efek rumah kaca.

Untuk itu perlu etika lingkungan agar planet bumi dapat berlanjut dan manusia tetap dapat hidup. Bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.

Bakti Sosial JEJARING INDONESIA MAJU & LPPM USAHID JAKARTA untuk Warga Terdampak Covid-19

IMG_1025

Di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam situasi wabah Covid-19 sangat penting bagi masyarakat untuk saling peduli dan berbagi. Dr. KH. Abdul Wahid Mahtub dan Tim 9 yang merupakan inspirator Jejaring Indonesia Maju, didukung Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah 3 Jakarta, dan Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta (USAHID), pada Rabu tanggal 22 April 2020 menggelar bakti sosial.
Bakti sosial dalam bentuk pembagian paket sembako kepada 130 warga di wilayah Menteng Dalam dan Tebet Jakarta Selatan diserahkan secara simbolis oleh Rektor USAHID – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dan Kepala Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USAHID – Prof. Dr. Ir. Giyatmi Irianto, M.Si. Pembagian 130 paket sembako diberikan kepada perwakilan Ketua RT Menteng Dalam Tebet, pengemudi ojek line, pedagang kaki lima, tukang sampah dan warga yang tinggal di seputar kampus Universitas Sahid Jakarta yang terdampak Covid-19. Paket sembako berupa beras 5 kg, minyak goreng, susu kental manis, sarden, kecap, mie instan dan biskuit. Pembagian sembako diberikan dari rumah ke rumah oleh tim satuan tugas
khusus pencegahan dan penanganan Covid-19 USAHID yang terdiri dari pimpinan, staf dan mahasiswa.

Selain pembagian bantuan sembako, Kepala Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) USAHID – Prof. Dr. Ir. Giyatmi Irianto, M.Si juga mengedukasi dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait kepatuhan dalam penanganan pencegahan penyebaran penularan Covid-19 dan Protokol Kesehatan, seperti pentingnya cuci tangan, penggunaan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, penerapan pola hidup sehat, tetap tinggal di rumah, dan menunda mudik.

Rektor USAHID – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dalam sambutannya menyatakan bahwa
pembagian sembako kepada warga merupakan salah satu bentuk kepedulian Jejaring Indonesia Maju dan USAHID yang minimal dapat meringankan beban kebutuhan hidup warga yang terkena dampak Covid 19.

Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (COVID19) di Lingkungan Usahid Jakarta

IMG_0753

Guna memberikan pemahaman terkait virus corona (COVID-19) bagi Civitas Akademika Universitas Sahid Jakarta khususnya CS, security, petugas parkir dan kantin dalam mendorong dan melaksanakan pencegahan penyebaran penyakit tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sahid Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (COVID19) di Lingkungan Universitas Sahid Jakarta. Sosialisasi diselenggarakan di ruang 710 Usahid Jakarta pada hari Rabu, 18 Maret 2020 dengan narasumber Kepala Pusat Penelitian LPPM – Dr. Julfi Restu Amalia. Dihadiri oleh Wakil Rektor III; Kepala LPPM – Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si yang skaligus memberikan pengantar; Direktur Pemasaran & PMB; Ka. Humas & Kerjasama; Kasubdit Promosi dan Tim LPPM.

Prof. Giyatmi dalam sambutannya mengimbau kepada para peserta agar tidak khawatir dengan penyebaran virus corona selama mereka menjaga kebersihan badan dan lingkungan, pola hidup sehat, cukup istirahat dan menghindari kerumunan orang. Bersikap bijak dan tak perlu berlebihan menyikapi sebaran virus ini.
Selain itu, Prof. Giyatmi juga menyampaikan agar selalu menyaring informasi yang didapat, karena saat ini banyak berita-berita hoax terkait virus corona yang beredar di masyarakat dan menimbulkan keresahan.

Dr. Julfi Restu Amalia dalam paparannya menjelaskan apa itu corona virus, cara penyebarannya, gejala-gejala yang ditimbulkan, cara melindungi diri dan orang lain. Selain itu, juga disampaikan bagaimana cara mencuci tangan yang benar, cara penggunaan masker, serta etika batuk dan bersin sebagai salah satu pencegahan penyebaran penyakit ini.

Di akhir paparan para peserta diberikan hand sanitizer yang diproduksi sendiri LPPM bekerjasama dengan laboratorium kimia Usahid. Pembagian hand sanitizer secara gratis kepada masyarakat seputar kampus juga akan dilakukan sebagai upaya pencegahan dan keprihatinan Usahid di tengah langkanya hand sanitizer di beberapa toko dan swalayan. Rencana penyemprotan disinfektan dan general cleaning juga akan dilakukan ke fasilitas dan area kampus, mengingat mahasiswa saat ini melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Universitas Sahid juga membentuk satuan tugas khusus pencegahan & penanganan wabah virus COVID-19 USAHID yang akan memonitor dan mengidentifikasi infeksi COVID-19 bagi Civitas Akademika USAHID baik Dosen, Mahasiswa, maupun Tenaga Kependidikan dan atau Keluarganya untuk membantu penanganan bagi semua Keluarga Besar Universitas Sahid Jakarta. Form monitoring online dapat diakses di : http://bit.ly/FormMonitoringCOVID19USAHID.

Syukuran Dies Natalis Usahid Jakarta ke 32 dan peresmian renovasi gedung (face off)

IMG_0308

Sejak awal didirikannya oleh Prof. DR. H. Sukamdani Sahid Gitosarjono, Universitas Sahid Jakarta, telah dicanangkan sebagai Universitas yang unggul bidang kewirausahaan dan kepariwisataan.    Tepat pada Sabtu 14 Maret 2020, Usahid merayakan Dies Natalis yang ke 32  sekaligus peresmian renovasi gedung (face off)  sehingga Gedung Usahid tampak lebih  Indah  dan nyaman, dengan demikian proses belajar mengajar mahasiswa dapat menjadi lebih nyaman dan kondusif.

Peresmian face off gedung Usahid ditandai dengan penekanan bel secara bersama oleh para pimpinan Usahid dan Yayasan Sahid Jaya (YSJ). Rektor Usahid – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dalam sambutannya menyatakan bahwa renovasi gedung Usahid adalah untuk memenuhi pengembangan sarana kampus yang lebih adaptif terhadap perkembangan jaman, dan memberikan dukungan terhadap proses akademik mahasiswa baik dari aspek hard skill maupun soft skill, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang unggul, beriman dan bertaqwa, berbudaya dan religius.  Dalam usia yang ke 32 tahun telah diluluskan lebih dari 10.000  orang yang terdiri dari  Diploma, Sarjana, Magister, maupun Doktor., dan telah mengisi di berbagai bidang   baik di pemerintahan, bisnis maupun akademis. Sejak didirikan 32 tahun yang lalu Usahid telah   dipimpin oleh 12 Rektor, yaitu (1) Prof. Dr. Ir. Sambas Wirakusumah, M.Sc ; (2) Prof. H. Mawardi Yunus, SE, (3) Prof. Dr. H. Lukito Sukahar ; (4) Prof. Dr. Ir. H. Darwis S. Gani, M.Sc  (5) Prof. Drs. H. Showam Masjhuri, SU, (6) Prof. Dr. Ir. H. Hidayat Syarief, MS ; (7) Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, SE., MS, (8)  Prof. Ir. Toni Atyanto Dharoko, M.Phil.,Ph.D; (9) Prof. Dr. Ir. Budiarto Subroto, DEA (10). Prof. Dr. Ir. Rahman Abdullah, M.Sc; (11) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS; dan (12) Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom. Rektor yang ke 12 ini merupakan Rektor pertama yang berasal dari internal Usahid.

Turut hadir dan memberikan sambutan, Ketua Umum YSJ – Prof. DR. Nugroho B. Sukamdani, MBA., BET.  Dalam sambutannya ; Ketua Umum Yayasan  mengharapkan agar Usahid kedepan dapat meningkatkan reputasi akademik dan mampu segera  merespon kebijakan Kampus Merdeka  yang dicanangkan Mentri Pendidikan baru-baru ini. Oleh karena itu perlu segera melakukan transformasi sumberdaya terutama para tenaga pengajarnya untuk mengembangkan creative learning.

Peresmian Face Off gedung merupakan salah satu rangkaian Dies Natalis ke 32 Usahid yang tahun ini mengambil tema Healthy dan wealthy. Kegiatan Dies Natalis lainnya antara lain Seminar Nasional Gizi tema The Breakfast Habit Transform, Talkshow tentang Virus Corona, Lomba Debat Pangan, Pembagian Sembako & Pengobatan Gratis, Donor Darah, Lomba-lomba Internal, Seleksi Sumber Daya Manusia (SDM) berprestasi serta Syukuran & Gathering. Peresmian face off dilanjutkan dengan peninjauan auditorium Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Ruang Prof. Sambas Wirakusumah yang baru di renovasi. Pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur Dies Natalis ke 32 Universitas Sahid dilakukan di ruang Auditorium Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono oleh Pimpinan Usahid dan Yayasan Sahid Jaya serta seluruh civitas akademika Usahid dan undangan.

Peresmian face off gedung dirangkaikan juga dengan penandatanganan naskah kerjasama (MOU) antara Universitas Sahid dengan beberapa instansi, yaitu PT. Sentana Mitra Kualita, Arya Bangkit Widya dan PT. Unilab Perdana.

Kerjasama ini untuk memperkuat sinergi antara Universitas dan industri sehingga mahasiswa Usahid akan memiliki kemudahan akses melakukan kerja praktek & riset. Di samping itu Usahid akan lebih cepat menyalurkan produk penelitiannya ke pasar riil serta mendapat akses perubahan-perubahan baru di dunia industri. Diharapkan sinergi antara Universitas, Pemerintah dan Industri dapat menghasilkan perkembangan ilmu dan teknologi yang berjalan baik

Universitas Sahid melalui pusat inovasi dan inkubator bisnisnya ke depan akan terus meningkatkan  reputasinya,  dengan melakukan inkubasi  terhadap invensi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa; menjadi inovasi yang dapat dihilirisasi untuk kepentingan masyarakat dan bahkan dikomersialisasikan.

Dalam rangka mewujudkan misinya Usahid menargetkan melalui inkubator bisnis  dapat menghasilkan start-up bisnis atau PPBT (Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi)  yang mampu  menciptakan lapangan pekerjaan.

 

Demikian Press Release ini dikeluarkan.

Untuk informasi lanjutan maupun konfirmasi dapat menghubungi :

Ka. Humas & Kerjasama USAHID : Sri Nursanti, S.Sos., M.Si – HP : 081284346766

Dikeluarkan : di Jakarta, 14 Maret 2020

 

Kuliah Umum Fak. Ekonomi dan Bisnis Usahid Jakarta (FEB) Usahid Jakarta ;”Meniti Karir Mengerti Pajak”

IMG_0031

Kuliah Umum Fak. Ekonomi dan Bisnis Usahid Jakarta (FEB) Usahid Jakarta ;”Meniti Karir Mengerti Pajak”, di aula lt 8 kampus Usahid Jakarta, 11 Maret 2020. Turut hadir Dekan FEB, Dr. Ir. Sihono Dwi Waluyo, M.Si, sekaligus memberi sambutan dan membuka acara ini.

Nara sumber pada kesempatan ini adalah;  Rahmad Adam, SE, AK , M.Ak, CA, CPA, BKP ( MAKUI Tax Institute). Selaku moderator Trias Handriman, SE, M.Ak.

“Ngopi Bareng Ngomongin Masa Depan” – Open House Program Modular Usahid Jakarta

IMG_6491

“Ngopi Bareng Ngomongin Masa Depan” – Open House Program Modular Usahid Jakarta, di lobby kampus Usahid Jakarta, 6 Maret 2020. Di era disrupsi bisnis konten digital semakin terbuka lebar. Pemahaman tentang hal itu, bisa diperoleh melalui pendidikan ilmu komunikasi.  Melalui Program Modular,  diharapkan program ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK dan lulusan D3 untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister Ilmu Komunikasi dalam waktu 3 sampai 5 Tahun.

Hadir memberikan sambutan mewakili Rektor Usahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom, yaitu Wakil Rektor I Usahid Jakarta, Dr. Ir. Iman Basriman, M.Si. Acara yang dipandu Dosen Fikom Usahid Jakarta, Dr. Hayu Lusiana, M.Si ini menghadirkan nara sumber, Dekan Fikom Usahid Jakarta, Dr. Mirza Ronda, M.Si dan Prabu Revolusi (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi SPS Usahid Jakarta).

 

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta baru saja mengadakan Open House Program Modular, daripada nyinyirin masa depan orang lain, yuk ngopi bareng ngomongin masa depan kamu bersama @usahid_jakarta, pada open house kemarin kita bukan ngomongin kamu apalagi ngomongin mantan, kita ngomongin “Kenapa Harus Pilih Modular” turut hadir diacara ini para pembicara yang keren dan luar biasa, Dekan Fakulas Ilmu Komunikasi Dr. Mirza Ronda, M.Si dan Candidate Doktor Ilmu Komunikasi USAHID, yang juga ex news anchor CNN Indonesia dan youtuber mas @praburevolusi, tentunya acara seru ini dipandu oleh Dr. Hayu. Mas @praburevolusi menjelaskan bahwa di era disrupsi bisnis konten digital semakin terbuka lebar. Pemahaman tentang hal itu hanya dapat diperoleh di pendidikan ilmu komunikasi. Mungkin paham tentang teknis teknologi, tapi sentuhan kemanusiaan dari teknologi dalam dunia industry media baru, hanya bisa dipahami dengan menempuh pendidikan komunikasi. Dengan visi menjadikan Modular class sebagai unit yang dapat berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Universitas Sahid Jakarta, diharapkan program ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK dan lulusan D3 untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister Ilmu Komunikasi dalam waktu 3 sampai 5 Tahun.
Dalam sambutannya Rektor – Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom yang diwakili Wakil Rektor I – Dr. Ir. Iman Basriman, M.Si mengatakan bahwa konsep dan desain kegiatan Open House dibuat berbeda karena pengunjung yang diundang, mayoritas orang yang telah disibukan oleh pekerjaan sehingga memerlukan suasana yang santai dan menghibur; namun demikian tidak melupakan kampus sebagai lembaga pendidikan akademik oleh karena itu kegiatan open house akan dikemas dalam suasana yang santai dan akademis.
Bagaimana guys, sudah yakin dong bergabung Bersama Universitas Sahid Jakarta dengan program Modular, sekali kuliah dapat 2 gelar, Sarjana dan Magister Ilmu Komunikasi

Seminar Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan topik khusus bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan

IMG_6194

Seminar Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan topik khusus bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan, telah berlangsung diruang 710 kampus Usahid Jakarta, 3 Maret 2020. Seminar diawali sambutan dari, Prof. Dr. Ir. Giyatmi Irianto, M.Si, selaku Kepala Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat  Usahid Jakarta, arahan berikutnya juga dari Rektor Usahid Jakarta, Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom. Selanjutnya seminar dibagi dua session, di ruang 710 dan ruang LPPM lt 2.