Wisuda 42 Usahid Jakarta “Tantangan dan peluang pengawasan mutu dan keamanan pangan di era 4.0: Implikasi pada penguatan SDM”

IMG_8808

Wisuda 42 Usahid Jakarta  tema: Tantangan dan peluang pengawasan mutu dan keamanan pangan di era 4.0: Implikasi pada penguatan SDM”. diikuti oleh 260 wisudawan dan wisudawati terdiri atas Program Doktor 4 orang, Program Magister 14 orang, Program Sarjana   237 Orang  dan 5 Diploma Tiga. Wisuda 42 Usahid Jakarta bertempat  di Puri Agung Convention Hall Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, 25 April 2019.

Pandangan dan wawasan Wisuda ke 42 dengan tema, “Tantangan dan Peluang Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di era 4.0: Implikasi pada Penguatan SDM”,  disampaikan  oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. Sambutan juga disampaikan masing-masing oleh; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah III,  Dr.Ir. Illah Sailah,MS, yang diwakili oleh Kepala Kelembagaan Sistem Informasi, Nor Santy, S.Kom, M.Kom,  Ketua Pembina Yayasan Sahid Jaya  Hj. Dra. SB. Wiryanti Sukamdani, CHA dan dari Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, Prof. Dr. H. Nugroho B. Sukamdani, MBA, BET.

Pada acara  Wisuda 42 ini  juga dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama/MOU antara Usahid Jakarta  dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan  (BPOM) Republik Indonesia, yaitu dalam hal Penelitian, Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam Bidang Pendidikan,  Penyiapan SDM Lulusan Berkualitas, Pendidikan Formal, Pelatihan Meningkatkan Kompetensi.  Bidang Penelitian, Penelitian dan kajian ilmiah,  Pengembangan standar dan regulasi/ kebijakan,  Pengembangan inovasi baru teknologi pangan. Bidang Pengabdian kepada masyarakat, Edukasi Masyarakat, Pendampingan pelaku usaha masyarakat desa.

Turut hadir pada acara Wisuda 42 Usahid Jakarta, Pendiri Yayasan  Sahid Jaya, Hj. Juliah Sukamdani  dan Exacty Sukamdani Sryantoro (Yayasan Sahid Jaya), Direktur Eksekutif Yayasan Sahid Jaya, Prof.Dr.Ir. Kohar Sulistyadi, MSIE,  Ketua Ikatan Alumni Universitas Sahid Jakarta beserta para undangan lainnya.

Rektor Usahid Jakarta, dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Wisuda ke 42 dengan tema, “Tantangan dan Peluang Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan di era 4.0: Implikasi pada Penguatan SDM”   yang disampaikan  oleh Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP,  akan menjadi  penyemangat dan memperluas wawasan kita semua, serta penguatan Universitas Sahid Jakarta   dalam meningkatkan kualitas lulusan ditengah kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0, khususnya untuk penguatan dalam bidang SDM di Negara yang kita cintai.

 

 

Dra. SB. Wiryanti  Sukamdani, CHA, selaku Ketua  Pembina  Yayasan  Kesejahteraan  Pendidikan  dan  Sosial Sahid  Jaya, antara lain menyampaikan bahwa Tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia khususnya Universitas Sahid adalah bagaimana mempersiapkan dan memetakan angkatan kerja dari lulusannya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.  Kurikulum dan metode pendidikan harus disesuaikan dengan perubahan iklim bisnis, industri yang semakin kompetitif dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sains.  Namun demikian  filosofi kehidupan yang ke-Indonesiaan harus tetap ditanamkan untuk membentengi dampak dari revolusi ini terhadap pola sikap dan perilaku yang buruk.  Bapak Sukamdani (alm) sebagai Pendiri YSJ telah banyak menanamkan filosofi kehidupan diantaranya filosofi kebersamaan dan kekeluargaan sebagai dasar  hubungan kerja; filosofi Tri Watak Budi Luhur (taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbakti kepada orang tua dan cinta keluarga dan profesi) sebagai dasar kehidupan;  filosofi Tri Pakarti Utama  (Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani) sebagai dasar kepemimpinan; filosofi Ilmu – Amal Soleh sebagai dasar pendidikan yang bercirikan kepariwisataan dan kewirausahaan dalam pembangunan; serta filosofi Tri Dharma sebagai dasar pengabdian (rumongso melu handarbeni, wajib melu hangrungkebi, mulat sariro hangroso wani; artinya merasa ikut memiliki, wajib turut memelihara, berani mengoreksi dan mawas diri), yang semuanya relevan untuk terus dijadikan landasan pola tindak dan sikap untuk menghadapi tantangan ini.

Pada acara Wisuda 42 Usahid Jakarta, Wisudawan/ Wisudawati yang meraih IPK tertinggi di Program Studi untuk Program Doktor, Program Magister,  Program Sarjana, yaitu : Program Pascasarjana,  Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi,   Dr. Frengki Napitupulu, M.Si dengan IPK. 3.91. Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Ayu Lestari, M.IK.  dengan IPK. 3.90.  Program Sarjana,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Program Studi Manajemen,   Tiara Luthfiana,SM. dengan  IPK  3.98. Fakultas Ilmu Komunikasi: Program Studi Ilmu Komunikasi, Dewi Ayu Wulandari,S.IK  dengan IPK 3,91. Fakultas Teknik: Program Studi Teknik Lingkungan,  Sekar Putri Pertiwi,ST. dengan IPK 3,87. Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, Program Studi Teknologi Pangan,  Nirmala Hanarisetya, S.TP. dengan IPK 3.78. Fakultas Hukum,  Program Studi Ilmu Hukum,  Tri Widia Astuti Pinano, SH.   dengan IPK 3.83.

Peraih Sahid University Award  Wisuda 42 Usahid Jakarta sebagai lulusan terbaik dari yang terbaik (the best of the best) dengan kriteria lulus tetap waktu, indeks Prestasi tertinggi dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan yaitu atas nama,  Tiara Kuthfiana,SM, dengan IPK 3,98.  

Usahid Jakarta juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa dan dosen berprestasi serta juga bagi Program Studi terbaik.