FGD Strategi Pengembangan Potensi Wisata Terintegrasi dan Berkelanjutan di Kawasan Wisata Tanjung Kelayang oleh Usahid di Tanjung Binga, Belitung.

WhatsApp Image 2019-06-14 at 19.32.39

Wakil Bupati Belitung hadiri Focus Group Discussion dalam Strategi Pengembangan Potensi Wisata Terintegrasi dan Berkelanjutan di Kawasan Wisata Tanjung Kelayang yang di laksanakan oleh Universitas Sahid Jakarta di Hotel Swiss Belresort, Tanjung Binga, Belitung. Kamis, 13 Juni 2019.

Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Ninin Gusdini, selaku ketua peneliti dan Dekan Fakultas Teknik serta  Bernard Hasibuan, Ph.D selaku Wakil Rektor III Usahid  Jakarta, Dr. Ir. Sihono Dwi Waluyo selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, juga Lisa Ratnasari, ST, M.Si, selaku Ketua Program Studi Teknik Industri. Selain itu juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Belitung, Hermanto, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Edi Usdianto.

FGD dilakukan pihak Universitas Sahid Jakarta, yaitu untuk tahapan awal persiapan penelitian terkait dengan kepariwisataan yang berkelanjutan atau sustainable tourism. Selanjutnya Universitas Sahid Jakarta akan melakukan penelitian terhadap kesiapan Tanjung Kelayang sebagai kawasan wisata unggulan di Kabupaten Belitung.

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie mengatakan Tanjung Kelayang terdiri atas dua faktor, yang pertama Tanjung Kelayang di lihat dari sisi pantai, dan yang kedua Tanjung Kelayang di lihat dari Kawasan Ekonomi Khusus atau sebuah clauster kepariwisataan yang lebih luas.

“Kedua hal itu merupakan konteks yang sangat berbeda, dan di Belitung tempat wisata bukan hanya Tanjung Kelayang, tentunya Tanjung Kelayang merupakan Icon atau stimulator yang mendatangkan turis-turis untuk hadir, dan menjadi pusat terpadu kepariwisataan” Jelasnya

Namun ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung mengandalkan destinasi wisata Belitung lainnya yang sudah eksis seperti Geo Side yang akan mendukung Unesco Global Geopark yang akan datang.