World Environment Day Seminar 2020

Tepat pada tanggal 5 Juni penduduk di berbagai negara merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Momen ini kerap menjadi pengingat banyak orang agar selalu menjaga bumi dan lingkungan hidup. Dan tahun 2020 ini tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah “Time For Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dijaga kelestariannya.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Perkumpulan Forum Tenaga Ahli Lingkungan (PTALI) menyelenggarakan Seminar pada Jum’at, 5 Juni 2020 jam 10.00 secara virtual melalui google meet apps yang terbuka untuk publik. Para pembicaranya adalah Prof. Dr. Ir. Marlon Ivanhoe, MSc – Guru Besar Univ. Mulawarman, Ketua PTALI Kaltim; Prof. Dr. Supli Effendi Rahim, MSc – Guru Besar STT Sapta Taruna Palembang Ketua PTALI Sumsel; Dr. Alfred A. Antoh, S.Hut.,MSi – Dosen FKIP Uncen, Wakil Ketua PTALI Papua; Virza Sasmitawidjaja, MSc – Environment Safeguard World Bank; Budiyono, SP.,ST.,MA.,MSi – Manager Tata Lingkungan PT. Eskapindo Matra, Ketua Umum PTALI; Ir. Trimo Pamudji Al Djono, ST.,MSi – Wakil Ketua Umum PTALI.

Salah satu pembicara utama dalam webinar adalah Prof. Dr. Ir. Kholil, M. Kom yang merupakan, Sekjen FOPI ( Forum Organisasi Profesi IPTEK) Indonesia, Ketua Dewan Pakar PTALI skaligus Rektor Universitas Sahid Jakarta.
Dalam paparannya Prof. Kholil menyatakan bahwa salah satu masalah lingkungan adalah global warming dan manusia sebagai sumber kerusakan di bumi. Efek pemanasan global di Indonesia memiliki dampak komprehensif bagi Indonesia di berbagai sektor bidang, misalnya berakibat kerusakan fasilitas sosial dan ekonomi. Pemanasan global terjadi ketika kondisi suhu rata-rata atmosfer, laut, dan permukaan bumi mengalami peningkatan secara intensif. Menurut data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 0.18 C (1.33 0.32 F) selama seratus tahun terakhir. Berdasarkan hasil riset para ilmuwan, suhu rata-rata bumi dapat meningkat antara 1,4 hingga 5,8 °C pada tahun 2100. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyatakan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20 yang disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalu efek rumah kaca.

Untuk itu perlu etika lingkungan agar planet bumi dapat berlanjut dan manusia tetap dapat hidup. Bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya. Etika lingkungan diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.