Bagikan Berita Ini

Ismayanti; Bangun Networking Agar Bisa Kreatif

Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di

Tim Redaksi

Gedung Universitas Sahid Jakarta Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No.84 Tebet, Jakarta Selatan 12870.

Berita Terbaru

Ismayanti; Bangun Networking Agar Bisa Kreatif

Konsultan pariwisata, Ismayanti, S.Tr, Par, M.Sc, memaparkan ada hal yang bisa dilakukan untuk setidaknya agar industri pariwisata berjalan ditengah Pandemi Covid-19 saat ini.  “Siapapun bisa berperan dengan cara apapun, termasuk cara untuk mengiklankan tentang suatu objek wisata”, ungkap penulis buku dan juga pengajar di Usahid Jakarta ini.

Hal ini disampaikan pada, webinar tentang Pariwisata dengan tema ”Wind Of Change Tourism Industry 2021”, diselenggarakan oleh Fikom Usahid, 10 Juli 2021.

Diskusi pada webinar  kali ini ialah mengulas terkait apa yang dapat dilakukan agar pariwisata Indonesia ataupun industri didalamnya tetap kreatif ditengah pandemi covid-19. Narasumber  lain yang diundang adalah; Budhi Tolfi, M Par selaku Founder Komunitas ExotiKei dan Ferdian Indrayana selaku GM Luminor Hotel Banyuwangi.

“Kita bisa menjadi sebagai voluntier. Misalnya supaya teman-teman berpikir ayo setidaknya kita belanja dari tempatnya (produk lokal). Bangun networking agar bisa kreatif. Banyak wadah yang bisa dilakukan kolaborasi. Ikuti webinar dan ambil ilmu para nara sumber,” papar Ismayanti.

Menurutnya dengan adanya WFH, intensitas ikut webinar justru lebih banyak. Dengan banyak diskusi akan banyak ide yang akan muncul, banyak sekali hal-hal yang bisa dicek di sosial medianya Kemenparekraf.

“Misalnya tentang sektor ekonomi kreatif, semua ada disitu,” jelas Ismayanti.

Lebih lanjut pihaknya menyebutkan bicara tentang mempromosikan wisata, maka buatlah konten yang menarik. Konten yang didalamnya ada interaksi yang kemudian mendapat informasi.

“Soal virtual tour, tentu harus buat konten-konten unik, sehingga bikin orang banyak bertanya. Sehingga nanti akan ada ruang dan interaksi. Kita bisa (buat konten) tanya pemandu yang mengajak kita jalan-jalan. Ceritakan saja kondisinya. Kita juga nanti coba praktek. misalnya bagaimana bisa melipat batik yang benar. Jadi melipat batik itu jangan asal-asalan ada ilmunya. Sehingga yang melihat nanti ada ketertarikan,” paparnya lebih lanjut.

Budhi Tolfi, M Par,   Founder Komunitas ExotiKei mengatakan banyak orang sebetulnya sudah jenuh ditengah keadaan pandemi covid-19 yang belum kunjung berakhir.

Sehingga, lanjut Budhi, segenap pihak-pihak terkait yang konsen dengan pariwisata sebaiknya harus mempersiapkan banyak hal, terutama  apa yang akan dicari para wisatawan domestik maupun mancanegara. Semua itu harus disiapkan sebaik-baiknya.

Ferdian Indrayana selaku GM Luminor Hotel Banyuwangi menjelaskan dalam keadaan pandemi covid-19 ini kreatifitas diutamakan. Contoh di hotel, Ferdian mengatakan bisa saja melakukan promo dan beri diskon yang menarik.

“Dalam situasi apapun yang dibutuhkan adalah tidak boleh berhenti kreatifitas dan hope (harapan) tidak boleh berhenti dalam situasi PPKM. Ada banyak cara agar perhotelan tetap bisa berjalan dan tidak terpuruk. Contoh saja, misal beri diskon bagi yang sudah divaksin, bisa juga diskon untuk pemegang bukti sudah di antigen dan sebagainya yang penting keep kreatif. Intinya juga harus ada hope-nya,” kata Ferdian Indrayana

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments