Bagikan Berita Ini

Webinar Wind of Change Tourism Industry 2021

Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di

Tim Redaksi

Gedung Universitas Sahid Jakarta Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No.84 Tebet, Jakarta Selatan 12870.

Berita Terbaru

Webinar Wind of Change Tourism Industry 2021

Bagaimana kinerja bidang Pariwisata dan juga Industri Perhotelan di Indonesia dalam menghadapi tantangan di Era 2021 ini ? Strategi apa saja yang akan di bahas nanti?

Pada Webinar Communications Series #7, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta, semua akan diulas dengan tema; “WIND OF CHANGE TOURISM INDUSTRY 2021”.

Nara sumber yang dihadirkan; Budhi Toffi, M. Par (Founder Komunitas ExotiKei), Ismayanti, S.Tr.Par., M.Sc (Konsultan Pariwisata & Penulis) dan Ferdian Indrayana
(GM Luminor Hotel Banyuwangi).

Budhi Tolfi, M Par selaku Founder Komunitas ExotiKei mengatakan banyak orang sebetulnya sudah jenuh ditengah keadaan pandemi covid-19 yang belum kunjung berakhir.

Sehingga, lanjut Budhi, segenap pihak-pihak terkait yang konsen dengan pariwisata sebaiknya harus mempersiapkan banyak hal, terutama  apa yang akan dicari para wisatawan domestik maupun mancanegara. Semua itu harus disiapkan sebaik-baiknya.

“Wisawatan biasanya melepaskan diri dari kejenuhan lalu mencari pantai. Hingga saat ini, sudah banyak yang jenuh karena dikurung. Ini nanti suatu ketika saat pandemi, semua akan melepaskan kejenuhan itu agar merefleksi otak,” kata Budhi Tolfi di diskusi webinar.

Masih banyak yang berminat ke wisata bahari, mereka mau berenang, snorkling, diving. Mereka akan cari tempat yang banyak pantai yang bagus-bagus. Apalagi di Indonesia Timur tentu rekomendasi banyak dan itu mereka akan cari. Dimana mereka bisa melepas kejenuhan dengan menikmati alam,” tambah Budhi.

Selain itu, Budhi mengatakan wisatawan juga nanti akan mencari tentu akan mencari wisata yang menawarkan banyak hal tentang petualangan yang menantang.

“Mereka juga suka yang berpetualang,clumbing, hiking, atau wisata yang memicu andrenalin. Mereka juga akan cari dari segi spiritual. untuk agar mereka menyendiri dan bermeditasi. Mereka bisa olahraga Yoga, Nah tinggal bagaimana sustainable-nya. Supaya mereka benar-benar nyaman,” jelas Budhi.

“Kemudian mereka juga ingin membuat kerajinan tangan disana, nah, mereka yakni para wisatawan juga ingin terlibat dalam proses membuatnya, nah itu harus dikembangkan,” beber Budhi.

Sedangkan Ismayanti,  mengatakan ada hal yang bisa dilakukan untuk setidaknya agar inustri pariwisata berjalan. Siapapun bisa berperan dengan cara apapun. Termasuk cara untuk mengiklankan tentang suatu objek wisata.

“Kita bisa menjadi sebagai voluntier. Misalnya supaya teman-teman berpikir ayo setidaknya kita belanja dari tempatnya (produk lokal). Bangun networking agar bisa kreatif. Banyak wadah yang bisa dilakukan kolaborasi. Ikutii wbinar dan ambil ilmu para nara sumber,” kata Ismayanti.

“Saya merasa dengan adanya WFH, intensitas saya ikut webinar justru lebih banyak. Dengan banyak diskusi akan banyak ide yang akan muncul, banyak sekali hal-hal yang bisa dicek di sosial medianya Kemenparekraf, misalnya tentang sektor ekonomi kreatif, semua ada disitu,” tambah Ismayanti.

Bicara tentang mempromosikan wisata, Ismayanti mengatakan buatlah konten yang menarik. Lanjut Ismayanti, konten yang didalamnya ada interaksi yang kemudian mendapat informasi.

“Soal virtual tour, tentu harus buat konten-konten unik, sehingga bikin orang banyak bertanya. Sehingga nanti akan ada ruang dan interaksi. Kita bisa (buat konten) tanya pemandu yang mengajak kita jalan-jalan. Ceritakan saja kondisinya. Kita juga nanti coba praktek. misalnya bagaimana bisa melipat batik yang benar. Jadi melipat batik itu jangan asal-asalan ada ilmunya. Sehingga yang melihat nanti ada ketertarikan,” jelas Ismayanti.

Ferdian Indrayana selaku GM Luminor Hotel Banyuwangi menjelaskan dalam keadaan pandemi covid-19 ini kreatifitas diutamakan. Contoh di hotel, Ferdian mengatakan bisa saja melakukan promo dan beri diskon yang menarik.

“Dalam situasi apapun yang dibutuhkan adalah tidak boleh berhenti kreatifitas dan hope (harapan) tidak boleh berhenti dalam situasi PPKM. Ada banyak cara agar perhotelan tetap bisa berjalan dan tidak terpuruk. Contoh saja, misal beri diskon bagi yang sudah divaksin, bisa juga diskon untuk pemegang bukti sudah di antigen dan sebagainya yang penting keep kreatif. Intinya juga harus ada hope-nya,” kata Ferdian Indrayana

Harapannya melalui Webinar dengan sasaran utama peserta dari kaum milenials ini, adalah, dapat meningkatkan pemahaman terkait kepariwisataan dan industri perhotelan terutama dimasa pandemi seperti sekarang ini. Sebagai MC, pada Webinar ini, Tara Gianina Monica dan Grace Jane Odilia, jadi Moderator.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments