STRATEGI DESTINATION BRANDING EKOWISATA BAHARI BERKELANJUTAN: STUDI KASUS PULAU PRAMUKA
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.328Keywords:
Ekowisata Bahari, Komunikasi Pariwisata, Pariwisata Berkelanjutan, Strategi Destination BrandingAbstract
Sektor pariwisata memainkan peran penting di Jakarta, salah satunya keberadaan Pulau Pramuka di Kabupaten Kepulauan Seribu yang memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata untuk mewujudkan Visi Jakarta sebagai kota global. Pulau Pramuka merupakan destinasi ekowisata bahari yang berkembang pesat di utara Jakarta. Kedekatannya dengan daratan Jakarta, ketersediaan transportasi laut reguler, serta beragam pilihan akomodasi menjadikannya menarik bagi wisatawan. Penelitian terdiri dari tujuh komponen yang mencakup penjabaran visi, pemetaan pemangku kepentingan, portfolio produk, pendekatan positioning (diferensiasi), komunikasi pemasaran, khalayak sasaran, hingga dampak kepada kepuasan pelanggan yang berujung pada kesuksesan destination brand equity. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui data sekunder, wawancara mendalam dengan beberapa penyelam (divers) serta observasi langsung di lapangan dengan strategi penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata dan wisata bahari di Pulau Pramuka memiliki elemen diferensiasi dalam brand positioning yang kuat, berupa ekowisata bahari terutama diving, snorkling, fishing, daya tarik wisata alam pesisir seperti konservasi mangrove dan penyu, didukung keramahan masyarakat setempat. Dari segi unique selling proposition (USP), Pulau Pramuka unggul sebagai pusat konservasi laut, destinasi edukasi lingkungan. Pengembangan ke depan, perlu rancangan strategi destination branding berkelanjutan untuk memastikan manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat lokal sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.