HEALING JOURNEY: MENGGUNAKAN PARIWISATA SEBAGAI SARANA SELF-HEALING
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.329Keywords:
Kesehatan Mental, Pariwisata, Relaksasi, Self-HealingAbstract
Pariwisata semakin diakui sebagai salah satu metode yang efektif dalam mendukung proses self-healing, terutama bagi individu yang mengalami tekanan psikologis. Bepergian ke destinasi yang menenangkan, seperti pegunungan, pantai, atau lingkungan alam yang asri, diyakini dapat memberikan efek relaksasi serta pemulihan emosional. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pariwisata sebagai sarana self-healing, dengan menyoroti faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kesejahteraan mental individu selama perjalanan wisata. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai referensi yang membahas hubungan antara aktivitas wisata dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Literatur yang dianalisis mencakup penelitian terdahulu, jurnal akademik, serta teori terkait self-healing melalui pariwisata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen utama dalam wisata sebagai sarana self-healing meliputi interaksi dengan alam, keterlibatan dalam aktivitas santai, serta pengalaman sosial yang positif. Faktor-faktor ini membantu individu mencapai ketenangan batin, mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan memberikan perspektif baru terhadap permasalahan hidup. Selain itu, menjauh dari rutinitas yang membebani memberikan ruang bagi refleksi diri dan penyegaran pikiran. Kesimpulan: Pariwisata memiliki peran signifikan dalam mendukung self-healing, baik dari aspek psikologis maupun fisik. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih dalam mengenai manfaat pariwisata bagi kesehatan mental dapat membantu individu dalam mengoptimalkan pengalaman perjalanan mereka sebagai bagian dari proses pemulihan diri.