PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT ADAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM (STUDI KASUS MAYARAKAT TANI DI ACEH BARAT)
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.460Keywords:
Pengetahuan Lokal, Perubahan Iklim, Kearifan Lokal, Masyarakat TaniAbstract
Perubahan iklim menjadi permasalahan global dan urgen bagi masyarakat seluruh dunia, terutama masyarakat petani padi tradisional yang menggunakan sistem sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan dan pemahaman masyarakat tani dalam menghadapi perubahan iklim, dengan fokus pada pengetahuan berbasis komunitas lokal atau kearifan lokal. Permasalahan penelitian substansial karena masyarakat tani belum mampu menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengungkap bagaimana masyarakat tani memaknai tanda-tanda alam melalui pengetahuan tradisional, menerapkan praktik bertani yang berkelanjutan, dan mempertahankan kelembagaan adat keujreun blang sebagai praktik sosial. Selain itu, praktik meuseuraya atau gotong royong serta peran kelembagaan adat turut memperkuat ketahanan masyarakat tani tradisional dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal atau kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga merupakan praktik adaptasi yang terus berkembang untuk menanggapi perubahan iklim. Oleh karena itu, mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah dan kebijakan pemerintah menjadi langkah praktik strategis dalam membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan di tengah perubahan iklim dalam masyarakat tani di Aceh Barat.