ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN OVARI TERHADAP KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) DENGAN PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDAH DI HATCHERY KPNK TARAKAN
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.461Keywords:
Kelangsungan Hidup, Kualitas Air, Pakan, TKOAbstract
Kepiting Bakau (S. serrata) adalah salah satu jenis komoditas perikanan yang menjanjikan untuk dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dalam rangka meningkatkan produksi kepiting bakau, maka perlu adanya peningkatan atau percepatan pematangan ovari. Penentuan tingkat kematangan ovari kepiting bakau didasarkan pada perkembangan ovari secara morfologi, yaitu ditentukan berdasarkan pemenuhan ovari dalam rongga tubuh kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan ovari kepiting bakau (S. serrata) dengan pemberian pakan berbedah selama 20 hari. Kepiting bakau yang digunakan dalam penelitian berjumlah 16 ekor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah TKO, SR dan parameter lingkungan pendukung meliputi suhu, salinitas dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda memberikan pengaruh terhadap tingkat kematangan ovari (TKO) kepiting bakau. Laju pertumbuhan ovari tercepat dicapai oleh kepiting bakau yang diberi pakan cumi-cumi dan berbeda sangat nyata dengan pakan ikan layang dan tingkat kelangsungan hidup terbaik mencapai 62,5 % pada pemberian pakan berupa cumi-cumi.