• Depan
  • Penelitian & Publikasi
  • Media Library
  • Tim Redaksi

Bagikan Berita Ini

UNIVERSITAS SAHID JAKARTA MENGGANDENG PERGIZI PANGAN INDONESIA, LINISEHAT.COM DAN AJINOMOTO MENYELENGGARAKAN SEMINAR DAN DEMO MASAK, MUTU DAN KEAMANAN PANGAN SERTA FAKTA ILMIAH MSG

Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di
Bagikan di

Tim Redaksi

Hasan Taswin Arief, S.Sos

Berita Terbaru

UNIVERSITAS SAHID JAKARTA MENGGANDENG PERGIZI PANGAN INDONESIA, LINISEHAT.COM DAN AJINOMOTO MENYELENGGARAKAN SEMINAR DAN DEMO MASAK, MUTU DAN KEAMANAN PANGAN SERTA FAKTA ILMIAH MSG

 
IMG_4487Pada acara ini sebagai Pembicara pakar Gizi dan Pangan Indonesia Prof.Dr.Ir. Hardinsyah, MS (Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia sekaligus Rektor Universitas Sahid Jakarta) dengan mengangkat topik “Gastronomi dan Fakta Ilmiah MSG”, dan Ir. Tetty H. Sihombing, MP (Direktur Pangan Resiko Tinggi dan Teknologi Baru Badan POM RI) dengan mengangkat topik “Hoaks Pangan, Tanda Pangan Tidak Aman dan Pencegahannya”, serta Demo Masak “Snek Tradisional yang Enak dan Bergizi” oleh Chef Adam.
Latar belakang diselenggerakan Seminar ini, berbagai kajian menunjukkan bahwa tiga alasan utama seseorang untuk mengonsumsi pangan adalah untuk menikmati makanan enak, tapi terjangkau dan turut mewujudkan hidup  sehat. Tanpa pangan yang aman, tidak mungkin makanan enak atau lezat  dan  zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh tubuh untuk hidup sehat. Oleh karena itu, sebagai akademisi ilmu gizi dan teknologi pangan harus memahami bagaimana membuat makanan yang enak, tetapi aman dan sehat bagi tubuh.
IMG_4561
Konsep tentang keamanan pangan sangat penting diimplementasikan pada sistem pangan dan gizi, termasuk dalam program dan pelayanan gizi di industri jasa makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penjamah makanan, mahasiswa, dan masyarakat tentang keamanan pangan masih amat terbatas. Misalnya penggunaan bahan berbahaya yang dianggap tidak berbahaya (aman) oleh penjamah makanan; penggunaan BTP yang aman tetapi dianggap tidak aman oleh masyarakat; pangan yang alergi dan/atau intoleran pada seseorang dianggap tidak aman bagi orang lain.
IPTEKS berkembang pesat dan belum semua kalangan akademik dan masyarakat memiliki akses terhadap perkembangan Ipteks dan regulasi pangan yang terkini tentang keamanan pangan. Di samping itu sering kali banyak dosen, mahasiswa dan masyarakat yang menganggap suatu BTP seperti MSG tidak aman dikonsumsi sebagai bumbu atau penggugah selera makan, padahal aman. Sementara mahasiswa dan dosen termasuk kelompok yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat.
IMG_4687Sedangkan tujuan penyelenggaraan Seminar dan Demo Masak, secara umum tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan gizi peserta tentang keamanan pangan sehat dan enak, dan secara khusus tujuan kegiatan ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan peserta (dosen dan mahasiswa Teknologi Pangan dan Ilmu Gizi) tentang membuat makanan yang enak dan aman termasuk penggunaan bumbunya; 2) meningkatkan pengetahuan gizi peserta tentang pesan-pesan keamanan glutamat dan pesan-pesan gerakan masyarakat hidup sehat; 3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui demo membuat cemilan enak, aman, dan sehat.
Peserta dalam Seminar ini antara lain Akademisi Dosen dan Mahasiswa Teknologi Pangan dan Gizi, Pelaku Usaha dan Masyarakat luas.
Demikian Press Release ini kami sampaikan, semoga dengan diselenggarakannya Seminar Nasional ini dapat disosialisakan kepada masyarakat luas.
IMG_4649
Listyono S. Pratignyo – Kepala UPT Humas, Kerjasama dan Internasional Office