OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK PARIWISATA RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS KULINER
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.350Kata Kunci:
Sampah Organik, Pariwisata, Pengomposan, Biodigester, Ekonomi SirkularAbstrak
Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki potensi besar dalam wisata kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya. Namun, sektor ini juga menjadi penyumbang sampah tertinggi jika tidak disertai edukasi keberlanjutan dan program pengelolaan yang efektif. Pengelolaan sampah organik di kawasan wisata penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan pengalaman wisatawan. Penelitian ini menganalisis sistem pengelolaan sampah organik, tantangan yang dihadapi, dan solusi inovatif yang dapat diterapkan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan empat tahap: perumusan pertanyaan, penelusuran pustaka, evaluasi data, serta analisis dan interpretasi hasil. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, dengan kriteria artikel terbitan tahun 2014–2024 yang relevan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah organik di kawasan wisata terutama berasal dari wisatawan, fasilitas akomodasi, dan restoran, yang meskipun mudah terurai, dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Metode pengolahan seperti pengomposan, vermikompos, biodigester, dan teknologi black soldier fly (BSF) terbukti efektif dalam mengatasi masalah ini. Kesimpulannya, pendekatan berbasis ekonomi sirkular serta pemanfaatan teknologi inovatif menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah organik berkelanjutan di kawasan wisata.