ANALISIS MANAJEMEN KONFLIK AGRARIA DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA PAGAR BATU
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol4.2025.462Kata Kunci:
Manajemen Konflik, Konflik Agraria, Pembangunan BerkelanjutanAbstrak
Konflik agraria merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali terjadi di kawasan dengan potensi sumber daya alam yang tinggi. Penelitian ini berfokus pada analisis manajemen konflik agraria terhadap pembangunan berkelanjutan dalam konteks sengketa lahan sawit antara masyarakat Desa Pagar Batu dan PT Artha Prigel. Konflik ini dipicu oleh ketidakjelasan status kepemilikan lahan, kebijakan pemerintah yang kontradiktif, serta ketimpangan kekuasaan antara perusahaan dan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan dokumentasi data. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan manajemen konflik model Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI) yang dikombinasikan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kompetisi, kolaborasi, penghindaran, dan akomodasi teridentifikasi dalam dinamika konflik agraria yang terjadi. Gaya kolaborasi ditemukan sebagai pendekatan yang paling relevan untuk menyelesaikan konflik secara efektif, karena mampu mendorong dialog terbuka dan menciptakan solusi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Peneliti menekankan bahwa penerapan gaya kolaborasi perlu dilengkapi dengan pendekatan kompromi yang berbasis keadilan dan transparansi untuk mengurangi eskalasi konflik.